PAMEKASAN, MADURANET — Menyusul kasus keracunan puluhan siswa di Tlanakan yang diduga berasal dari makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Bupati Pamekasan Kholilurrahman meminta masyarakat memaklumi kejadian tersebut. Ia menyebut insiden itu sebagai bagian dari hambatan untuk awal pelaksanaan sebuah program.
“Ketika pertama memulai, saya yakin ada banyak hambatan. Maka perlu adanya evaluasi,” kata Kholilurrahman, Ahad (14/9/2025).
Program MBG yang baru berjalan di sejumlah sekolah tercatat menimbulkan kasus keracunan di beberapa titik di Kecamatan Tlanakan, yaitu, Branta, dan Larang Tokol. Sebagian siswa harus mendapat perawatan medis di puskesmas dan RSUD Slamet Martodirdjo Pamekasan setelah mengonsumsi makanan dari dapur MBG.
Meski begitu, Bupati memastikan pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari dapur penyedia hingga sistem distribusi makanan.
Kholilurrahman mengimbau masyarakat tidak panik berlebihan dan tetap mendukung program MBG.
“Saya berharap kepada jajaran pemerintahan untuk memaklumi, karena saya yakin itu bukan unsur kesengajaan,” ujarnya.
Ia menegaskan, tujuan utama program MBG adalah meningkatkan gizi anak sekolah, sehingga perbaikan sistem akan segera dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.
Kasus keracunan makanan yang menyebabkan 37 pelajar harus dirawat, merupakan peristiwa pertama di Kabupaten Pamekasan. Dapur pengelola MBG yakni, Bergema Center asal Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, sampai saat ini belum menyampaikan klarifikasi atas peristiwa tersebut.













