PAMEKASAN, MADURANET – Aktivitas berbeda dilakukan mahasiswa di sekretariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, Selasa (2/9/2025). Ruangan sederhana itu dipenuhi oleh lantunan doa dan salawat.
Bendera biru kuning PMII terpaku rapih di dinding kantor. Ratusan kader duduk berjajar.
Acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW digelar beriringan dengan doa bersama untuk keselamatan negeri. Dari wajah-wajah muda kader PMII, tampak semangat yang berpadu dengan kekhidmatan.
Kegiatan dibuka dengan tawassul, dipimpin langsung oleh mantan Ketua Cabang PMII Pamekasan tahun 90-an, Atiqullah.
Do’a dilantunkan berjemaah. Untaian salawat menambah kehidmatan.
Rektor UIN Madura, Saiful Hadi bersama para wakil rektor, ikut larut dalam forum itu. Ia duduk di barisan depan, menyimak dengan khusyuk. Di akhir acara, ia memberikan pesan singkat namun sarat makna.
“Dinamika kampus bukan masalah, melainkan proses pematangan. Semoga Indonesia segera pulih, agar kedamaian tetap terjaga,” katanya, disambut anggukan dari para kader, Selasa (2/8/2025).
Usai doa bersama, suasana berubah mencair. Tawa terdengar ketika alumni bertemu kader baru, saling melepas rindu, berbagi cerita kampus masa lalu. Keakraban itu menjembatani generasi.
Faqih, ketua panitia, menyebut acara ini akan menjadi agenda tahunan.
“Dengan doa dan salawat, kami ingin PMII UIN Madura semakin kompak dan kuat,” ujarnya.
Di tengah riuhnya situasi bangsa, kegiatan ini menjadi semacam jeda, ruang kecil tempat mahasiswa, dosen, dan alumni mengikat harapan. Dari sebuah sekretariat sederhana di Pamekasan, doa untuk negeri dilantunkan agar Indonesia tetap damai.













