PAMEKASAN, MADURANET – Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia yang jatuh pada 26 Juli, Kelompok Peduli Mangrove Madura (KPMM) bersama berbagai elemen masyarakat menggelar aksi penanaman 1.000 pohon mangrove di kawasan pesisir Talang Siring, Desa Montok, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Selasa (22/7/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program nasional Indonesia FOLU Net Sink 2030 yang menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca melalui perluasan tutupan hutan dan rehabilitasi mangrove.
Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Mohamad Khomarul Wahyudi yang turut hadir, menekankan pentingnya menjaga ekosistem mangrove karena memiliki manfaat besar dalam mitigasi perubahan iklim.
“Mangrove mampu menyerap karbon lima kali lebih besar dari vegetasi daratan. Selain itu, juga berfungsi sebagai penahan abrasi. Jangan sampai ekosistem ini rusak atau ditebang,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Ketua KPMM, Endang Tri Wahyurini menjelaskan, penanaman dilakukan menggunakan sistem berumpun, yaitu satu lubang ditanami 4-5 bibit jenis Rhizophora stylosa. Metode ini dipilih agar akar pohon lebih kuat menahan abrasi dan hempasan ombak. Menurutnya, lokasi Talang Siring dipilih karena termasuk zona pesisir yang rentan terhadap abrasi pantai.
“Kegiatan ini bagian dari komitmen kami dalam mendukung target nasional FOLU Net Sink 2030. Harapannya, jumlah karbon yang diserap mangrove ke depan akan lebih tinggi dari emisi yang dilepaskan,” kata Endang.
Ia juga menambahkan, bibit mangrove yang ditanam berasal dari bantuan berbagai pihak seperti CDK Sumenep, KPH Madura, BKSDA, Larissa Pamekasan, serta swadaya para anggota dan komunitas lingkungan. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 peserta, terdiri dari Forkopimda, mahasiswa, pelajar, Pramuka, Mapala, FK3I Korwil Madura, dan SALAM.
KPMM sendiri merupakan lembaga swadaya masyarakat yang konsisten bergerak di bidang pelestarian ekosistem pesisir, khususnya mangrove. “Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat. Semoga ke depan lebih banyak elemen masyarakat maupun lembaga yang ikut tergerak menjaga lingkungan lewat aksi nyata,” pungkas Endang.













