• Terkini
  • Trending
  • Semua
Keluarga TKI di Pamekasan Jual Ternak dan Perhiasan Dikirimkan ke Malaysia

Keluarga TKI di Pamekasan Jual Ternak dan Perhiasan Dikirimkan ke Malaysia

6 tahun lalu

Antrean BBM di Sejumlah SPBU Pamekasan Karena Konsumen Panik

10 jam lalu

Pertamina Ungkap Penyebab Kelangkaan BBM karena Ulah Konsumen Sendiri

13 jam lalu

Warga Blumbungan Keluhkan Bau Menyengat dari Gudang Tembakau

15 jam lalu

Kehabisan Kuota Pertalite dan Solar di Pamekasan Picu Antrean di SPBU

1 hari lalu

PMII Soroti 17 Anggota DPRD Pamekasan Bolos dalam Paripurna

2 hari lalu

Serapan Tembakau di Pamekasan Sudah Mencapai 15.000 Ton

2 hari lalu

Kematian Ibu dan Bayi di Pamekasan Terus Meningkat

2 hari lalu

Kelangkaan BBM Bikin Pelayanan Publik Terganggu Pendapatan Warga Anjlok

2 hari lalu

Sidang Paripurna DPRD Pamekasan Ditunda, 17 Dewan Absen

2 hari lalu

Istri Kuli Bangunan Kabur Bawa Perhiasan Anaknya

3 hari lalu
Pamekasan Siapkan Pendamping Anggaran untuk Program LSDP

Pamekasan Siapkan Pendamping Anggaran untuk Program LSDP

4 hari lalu

Kemendagri RI Ungkap Alasan Pamekasan Terpilih Jadi Lokasi LSDP

4 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Sabtu, September 5, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa

Keluarga TKI di Pamekasan Jual Ternak dan Perhiasan Dikirimkan ke Malaysia

Kebijakan lockdown pemerintah Malaysia, berdampak terhadap kondisi TKI yang mulai kehabisan bekal hidup mereka, sehingga mereka meminta kiriman ke keluarganya di Madura.

oleh Hasbi Amrullah
30 Maret 2020
in Peristiwa
26 1
0
Keluarga TKI di Pamekasan Jual Ternak dan Perhiasan Dikirimkan ke Malaysia

Kepala Desa Bajang, Moh. Mokri berkirim surat terbuka kepada Presiden Jokowi terkait dengan kondisi TKI di Malaysia dan keluarga TKI di Madura.

6
SHARES
269
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Keluarga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Desa Bajang, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, mulai menjual hewan ternaknya dan perhiasannya untuk dikirimkan ke keluarganya yang ada di Malaysia. Kiriman uang ke Malaysia tersebut, karena banyak TKI yang sudah kehabisan bekal. Bahkan untuk dimakan sehari-hari, harus saling membantu antara satu TKI dengan lainnya.

Kepala Desa Bajang, Moh. Mokri kepada Maduranet menjelaskan, banyak warganya yang sudah menjual ternak dan perhiasan untuk dikirimkan ke Malaysia. Situasi ini sudah berlangsung sekitar 20 hari-an sejak ada larangan para TKI untuk bekerja di Malaysia akibat kebijakan pemerintah Malaysia.

Menurut Mokri, kebiasaan TKI asal desanya, ketika sudah gajian, sebagian disisihkan untuk dibuat biaya hidup keluarganya dan biaya pendidikan anaknya di pesantren dan perguruan tinggi. Sehingga, dengan kebijakan lockdown pemerintah Malaysia, sisa upah bulana yang disimpan para TKI, sebagian ada yang sudah habis dan sebagian lagi ada yang menipis.

“Solusinya hanya minta kiriman kepada keluarganya di Madura. Pemerintah belum pernah memberikan bantuan kepada para TKI,” ujar Mokri, Senin (30/3/2020).

Mokri menambahkan, terkait dengan kondisi dan dampak kepada TKI yang ada di Malaysia setelah meluasnya penyebaran Covid-19 di Malaysia, sudah disampaikan kepada Presiden Jokowi secara online melalui akun facebook pribadinya, yang ditandai langsung ke Jokowi. Namun, belum ada respon secara pribadi dari Jokowi. Pihak Kedutaan Besar RI di Malaysia, sudah merespon.

“Kemarin sudah ada respon dengan melakukan pendataan TKI yang akan diberi bantuan logistik. Namun butuh persiapan matang sebelum logistik didistribusikan kepada TKI,” imbuh dia.

Mantan jurnalis televisi Madura Channel ini mengungkapkan, permohonan bantuan kepada Jokowi dan KBRI Malaysia itu, juga mendapat dukungan dari Komisi 9 DPR RI. Bahkan sudah lebih konkrit penanganannnya, dengan memberikan anggaran kepada masing-masing TKI.

“Semoga nasib para TKI yang mayoritas berada di Kuala Lumpur bisa tertangani dengan baik. Apalagi mereka akan dikumpulkan dalam satu posko TKI agar mudah pendistribusian logistiknya,” ungkapnya.

Jumlah TKI asal Desa Bajang yang ada di Malaysia kurang lebih 250 orang. Mereka terdiri dari laki-laki dan perempuan. Mereka rata-rata bekerja di sektor non formal seperti kuli bangunan, kuli perkebunan dan karyawan swalayan dan mall. Sebagian dari mereka, ada yang mau pulang ke Madura. Namun sementara waktu masih dilarang karena untuk mengantisipasi semakin menyebarnya Covid-19.

Tags: CoronaCovid-19JokowiKBRI MalaysiaMaduraMalaysiaPamekasanTKI
Share6TweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Hasbi Amrullah

Hasbi Amrullah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version