• Terkini
  • Trending
  • Semua
Masdawi dan Keresahannya Terhadap Jurnalis Muda

Masdawi dan Keresahannya Terhadap Jurnalis Muda

10 bulan lalu

Krisis Solar di Pamekasan Picu Kenaikan Harga

8 jam lalu

Pemilik Warung Nasi di Pamekasan Kecewa PT KAI, Penutupan Tanpa Berita Acara

20 jam lalu

Pemkab Pamekasan Akan Arahkan Pengusaha Hiburan Agar Patuh Aturan

23 jam lalu
Jurnalis Senior AJP Rekomendasikan Nama Tokoh Pamekasan Jadi Nama Fasilitas Umum

Jurnalis Senior AJP Rekomendasikan Nama Tokoh Pamekasan Jadi Nama Fasilitas Umum

1 hari lalu

Kasus Dugaan Pengancaman dan Perusakan di Plakpak Pamekasan Naik ke Penyidikan

1 hari lalu

Pemuda Pamekasan Titip Aspirasi: Tambah Mesin Cuci Darah hingga Festival Budaya Tahunan

1 hari lalu

Pensiunan Guru di Pamekasan Diamankan Polisi Usai Live Tiktok Injak Al-Qur’an

1 hari lalu

Bupati Pamekasan: Petik Laut Jadi Wujud Syukur Nelayan dan Penguat Persaudaraan

2 hari lalu

Bupati Pamekasan Temui Warga yang Bangun Jalan Swadaya

2 hari lalu

UIN Madura Jadi Satu-satunya PTKIN Peraih Mandaya Awards 2026

2 hari lalu

Pamekasan Usulkan Pencak Silat Iringan Musik Gul-gul dan Can-Macanan Jadi Warisan Budaya Takbend

2 hari lalu

Mobil Daihatsu Zebra Terbakar Saat Isi BBM di SPBU Pamekasan, Kerugian Rp 30 Juta

2 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Sabtu, Oktober 31, 2026
31 °c
Pamekasan
29 ° Ming
30 ° Sen
30 ° Sel
30 ° Rab
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Daras

Masdawi dan Keresahannya Terhadap Jurnalis Muda

Masdawi pernah diremehkan oleh yuniornya lantaran tidak pernah ikut uji kompetensi wartawan

oleh Taufiqur Rahman
21 Desember 2025
in Daras
10 0
0
Masdawi dan Keresahannya Terhadap Jurnalis Muda

Taufiqur Rahman, Pemimpin Redaksi media online Maduranet.com

0
SHARES
103
VIEWS

MADURANET – Kabar duka datang melalui grup Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) Minggu (21/12/2025), saat kawan-kawan pengurus dan anggota, baru saja menuntaskan Kongres AJP XII di Kota Batu, Jawa Timur. Kabar itu masih samar, “Apakah benar Masdawi wafat hari ini?”. Begitu isi pertanyaan dalam obrolan AJP.

Tentu itu bukan kabar burung, namun benar-benar kabar duka. Kabar duka ini merupakan kabar susulan dari kabar baik sebelumnya bagi AJP, karena buku Pamekasan Mencari Identitas, Masdawi termasuk salah satu penulis di dalam buku tersebut, telah terbit International Standard Book Number (ISBN).

Masdawi dalam buku itu menulis, “Potret Budaya: Tatanan Sosial dan Budaya”. Masdawi mengulas tentang problem kebudayaan, kesenian dan hiburan di bawah kepemimpinan Pamekasan, KH. Kholilurrahman dan Sukriyanto. Problem kebudayaan di Pamekasan, selalu dipertentangkan dengan nilai-nilai luhur dan moral agama.

Almarhum Masdawi Dahlan saat dijenguk oleh Ketua AJP, Khairul Umam, ketika menjalani perawatan di rumah sakit.

Sebelum wafat, Masdawi masih menyempatkan diri meminta buku yang ditulisnya kepada ketua AJP, Khairul Umam, untuk diantarkan ke rumahnya. Masdawi pada saat peluncuran buku itu, pada malam AJP Award di Azaya Style, sedang sakit sehingga tidak dapat hadir. Bahkan, ia masih berkabar melalui voice note bahwa kondisi kesehatannya sudah semakin membaik.

Tulisan di buku itu, termasuk tulisan terakhir Masdawi sebelum terbaring sakit hingga wafat. Tulisan itu dibuat penuh semangat, di tengah para jurnalis yunior sedang tidak produktif membuat tulisan opini. Kondisi itu menjadi keprihatinan Masdawi secara pribadi. Ia mengkritik jurnalis yunior dari berbagai banyak hal, termasuk dalam produktivitas tulisan opini.

Masdawi tidak hanya pandai menyampaikan kritik, namun ia memberikan teladan dengan tulisan-tulisan opini di koran, dimana ia bekerja. Setiap hari, ia membagikan potongan layar berisi tentang tulisannya di kolom opini koran Global News. Terkadang, tulisan-tulisannya masih didiskusikan dengan tajam oleh teman-teman AJP.

Bagi saya, sosok Masdawi Dahlan yang saya kenal sejak tahun 2008 waktu pertama kali saya bergabung dengan AJP, merupakan senior yang terbuka dalam segala hal. Berita yang ia tulis, opini yang ia buat, bebas dikritik oleh yuniornya sekalipun. Apakah ia marah? Tidak, sama sekali tidak. Ia mencoba membuka wawasan berdasarkan background dirinya sebagai mantan aktivis dengan berbagai literatur yang ia pahami.

Semakin senior, Masdawi semakin bijak dan semakin produktif. Ia mengalahkan para yuniornya dalam hal produktivitas tulisan opini. Opsi ini ia pilih karena dukungan redaksi kantornya, sekaligus karena menyadari keterbatasan dirinya untuk bersaing dengan para yuniornya dalam hal kecepatan menyerap informasi di lapangan. Meskipun dirinya tidak ingin bersaing dalam hal apapun dengan para yuniornya, namun faktanya, harus diacungi jempol bahwa Masdawi memang panutan.

Kepergian Masdawi di dunia jurnalistik, menyisakan teladan bagi para yuniornya. Bukan hanya soal produktivitas, melainkan bagaimana ia menyikapi kritikan, bahkan menurut saya hinaan.

Suatu waktu, Masdawi pernah bercerita bahwa dirinya disepelekan oleh para yuniorya, lantaran dirinya tidak pernah mengenyam dunia uji kompetensi wartawan. Dirinya dianggap bukan wartawan tidak kompeten karena tidak mengantongi sertifikat uji kompeten.

Sebagai waratwan senior, Masdawi tidak begitu mempersoalkan itu. Sebab, bagi dirinya, kompetensi tidak diukur dari selembar kertas sertifikat, namun dedikasi dan profesionalisme itu ditunjukkan dalam bentuk karya. Masdawi tidak begitu tega meladeni penyepelean oleh yuniornya itu.

Begitulah Masdawi begitu sabarnya meladeni para yunirnya, karena dirinya tahu bahwa para yuniornya itu belum pernah merasakan getirnya dunia jurnalis seperti saat dirinya mengawali karirnya awal 90-an.

Selamat jalan Masdawi, produktivitas dan kesabaranmu telah dicatat. Lembaran-lembaran koran, link web, serta buku yang engkau tulis, menjadi bukti bahwa engkau memang journalis legend.

Tags: AJPAliansi Jurnalis PamekasanBuku AJPMasdawi DahlanPamekasan Mencari IdentitasUji kompetensi
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Taufiqur Rahman

Taufiqur Rahman

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version