PAMEKASAN, MADURANET – Menjelang lebaran ketupat, suasana di Jalan Raya Teja, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, tampak lebih ramai dari biasanya. Pasar musiman penjual selongsong ketupat mulai dipadati warga yang bersiap menyambut tradisi Lebaran Ketupat.
Lebaran Ketupat sendiri merupakan tradisi yang digelar tujuh hari setelah Idul Fitri, yang masih kuat dijalankan oleh masyarakat Madura.
Sejumlah pedagang musiman dari Kabupaten Sumenep memanfaatkan momentum tersebut untuk menjajakan selongsong ketupat dan lembaran janur. Mereka menawarkan berbagai jenis dengan harga bervariasi, mulai Rp 30.000 hingga Rp 35.000 per ikat.
Salah satu pedagang, Ahmad Musi, warga Karduluk, Kecamatan Pragaan, Sumenep, mengaku rutin berjualan setiap tahun di lokasi tersebut. Ia menjual ketupat hasil anyaman sendiri yang dibuat dari daun lontar dan janur kelapa muda.
“Ini memang momen Lebaran Ketupat, sudah tradisi orang Madura. Saya anyam sendiri dari daun lontar dan janur muda,” ujar Ahmad, Kamis (26/3/2026).
Pedagang lain, Masudi, juga datang dari Sumenep dan telah berjualan di kawasan Teja selama dua hari terakhir. Ia bahkan memilih menginap di Pamekasan agar bisa fokus berdagang tanpa harus bolak-balik.
Menurut dia, kualitas anyaman disesuaikan dengan daya beli masyarakat. Untuk pembeli menengah ke atas, ia menggunakan daun yang lebih segar, sementara untuk segmen lainnya menggunakan bahan yang sudah dipanen sebelumnya.
“Alhamdulillah sudah habis sekitar satu pickup. Saya berjualan sampai besok,” kata Masudi.
Tingginya minat masyarakat terlihat dari banyaknya pembeli yang datang sejak pagi. Salah satunya Rahma (48), warga Pamekasan, yang mengaku rutin membeli anyaman ketupat setiap tahun.
“Saya selalu beli di sini untuk persiapan Lebaran Ketupat. Kebetulan juga mau mudik ke Jawa, jadi sekalian bawa,” ujarnya.
Ia mengaku memilih membeli karena tidak bisa membuat anyaman sendiri.
Ramainya pasar musiman ini menjadi penanda kuatnya tradisi Lebaran Ketupat di Madura, sekaligus membawa berkah ekonomi bagi para pedagang musiman yang datang dari berbagai daerah.













