• Terkini
  • Trending
  • Semua

Habiskan Dagangan Penjual Selongsong Ketupat dan Janur Sampai Menginap di Pasar

2 minggu lalu

Polres Pamekasan Endus Perjudian Adu Kelereng dan Karapan Kelinci

2 menit lalu

Wabup Pamekasan Cari Dukungan DPR RI Atasi Persoalan BPJS Kesehatan

20 jam lalu

Ketika Ipar Hamili Perempuan Disabilitas Terungkap Melalui Tes DNA usai Korban Melahirkan

21 jam lalu

Partai Buruh Pamekasan Jelaskan Hak Jaminan Sosial dan Kesehatan Pekerja

23 jam lalu
Kabupaten Pamekasan Bidik Proyek Percontohan Pengelolaan Sampah Modern dan Berkelanjutan

Kabupaten Pamekasan Bidik Proyek Percontohan Pengelolaan Sampah Modern dan Berkelanjutan

1 hari lalu
Singkirkan Pasar Kota Besar Pasar Kolpajung Raih Juara 2 Nasional Pasar Pangan Aman

Tidak Ada Belajar Mengajar dari Rumah untuk Disdikbud Pamekasan Selama WFH

1 hari lalu

Ingat! Juni 2026 Pemkab Pamekasan Gelar Job Fair Bersama 40 Perusahaan

2 hari lalu

Jalan Swadaya di Pamekasan Jadi Bukti Hidupnya Gotong Royong Warga

2 hari lalu

Bupati Pamekasan Apresiasi Gotong-royong Pembangunan Jalan di Waru

3 hari lalu

Kekerabatan Kakanwil Kemenag Jatim dengan Ulama Pamekasan

3 hari lalu

Ibadah Paskah Dipastikan Aman Usai Sterilisasi Seluruh Gereja di Pamekasan

4 hari lalu
Pengasuh IBS PKMKK Pamekasa, Achmad Muhlis dan Muhammad Holis menyerahkan kenang-kenagan buku tentang pondok pesantren setempat, Sabtu (4/4/2026).

Kakanwil Kemenag Jatim Kunjungi IBS PKMKK, Bahas Eco-Teologi hingga Ekonomi Sirkular

5 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Kamis, April 9, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Budaya

Habiskan Dagangan Penjual Selongsong Ketupat dan Janur Sampai Menginap di Pasar

Pedagang musiman dari Sumenep raup berkah, dagangan laris hingga satu pikap

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
26 Maret 2026
in Budaya
10 0
0

Pasar musiman anyaman ketupat di Jalan Teja ramai pembeli, Kamis (26/3/2026).

0
SHARES
102
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Menjelang lebaran ketupat, suasana di Jalan Raya Teja, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, tampak lebih ramai dari biasanya. Pasar musiman penjual selongsong ketupat mulai dipadati warga yang bersiap menyambut tradisi Lebaran Ketupat.

Lebaran Ketupat sendiri merupakan tradisi yang digelar tujuh hari setelah Idul Fitri, yang masih kuat dijalankan oleh masyarakat Madura.

Sejumlah pedagang musiman dari Kabupaten Sumenep memanfaatkan momentum tersebut untuk menjajakan selongsong ketupat dan lembaran janur. Mereka menawarkan berbagai jenis dengan harga bervariasi, mulai Rp 30.000 hingga Rp 35.000 per ikat.

Salah satu pedagang, Ahmad Musi, warga Karduluk, Kecamatan Pragaan, Sumenep, mengaku rutin berjualan setiap tahun di lokasi tersebut. Ia menjual ketupat hasil anyaman sendiri yang dibuat dari daun lontar dan janur kelapa muda.

“Ini memang momen Lebaran Ketupat, sudah tradisi orang Madura. Saya anyam sendiri dari daun lontar dan janur muda,” ujar Ahmad, Kamis (26/3/2026).

Pedagang lain, Masudi, juga datang dari Sumenep dan telah berjualan di kawasan Teja selama dua hari terakhir. Ia bahkan memilih menginap di Pamekasan agar bisa fokus berdagang tanpa harus bolak-balik.

Menurut dia, kualitas anyaman disesuaikan dengan daya beli masyarakat. Untuk pembeli menengah ke atas, ia menggunakan daun yang lebih segar, sementara untuk segmen lainnya menggunakan bahan yang sudah dipanen sebelumnya.

“Alhamdulillah sudah habis sekitar satu pickup. Saya berjualan sampai besok,” kata Masudi.

Tingginya minat masyarakat terlihat dari banyaknya pembeli yang datang sejak pagi. Salah satunya Rahma (48), warga Pamekasan, yang mengaku rutin membeli anyaman ketupat setiap tahun.

“Saya selalu beli di sini untuk persiapan Lebaran Ketupat. Kebetulan juga mau mudik ke Jawa, jadi sekalian bawa,” ujarnya.

Ia mengaku memilih membeli karena tidak bisa membuat anyaman sendiri.

Ramainya pasar musiman ini menjadi penanda kuatnya tradisi Lebaran Ketupat di Madura, sekaligus membawa berkah ekonomi bagi para pedagang musiman yang datang dari berbagai daerah.

Tags: ekonomiJalan TejaKetupatPamekasanPasar musimanTradisi
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version