PAMEKASAN, MADURANET – Imam shalat Idul Fitri di Masjid Nurul Hidayah Kembang Kuning, Achmad Muhlis, menekankan pentingnya menjaga konsistensi ibadah setelah Ramadan, khususnya melalui shalat Isya dan Subuh berjamaah.
Dalam pelaksanaan shalat Idul Fitri, Sabtu (21/3/2026), Muhlis menyampaikan bahwa dua waktu shalat tersebut menjadi kunci untuk mempertahankan kebiasaan baik yang telah dibangun selama bulan puasa.
“Ini bagian dari upaya menjaga kesinambungan ibadah setelah Ramadan,” ujarnya.
Menurut dia, tantangan terbesar umat setelah Ramadan adalah mempertahankan ritme ibadah. Tanpa upaya tersebut, kebiasaan baik yang telah terbentuk berpotensi memudar.
Muhlis menjelaskan, menjaga shalat berjamaah tidak hanya berdampak pada aspek spiritual, tetapi juga memperkuat hubungan sosial di lingkungan masyarakat.
“Masjid menjadi ruang membangun kebersamaan dan mempererat hubungan antarwarga,” katanya.
Ia menilai, keberhasilan puasa tidak cukup diukur dari intensitas ibadah selama Ramadan, melainkan dari kemampuan menjaga konsistensinya dalam kehidupan sehari-hari.
“Pesan tersebut sekaligus melengkapi khutbah Idul Fitri yang menekankan perubahan karakter, seperti kemampuan menahan amarah dan saling memaafkan,” ungkapnya.
Dengan demikian, ia menegaskan bahwa Idul Fitri dipahami sebagai awal untuk menjaga nilai-nilai Ramadan tetap hidup, baik dalam ibadah maupun dalam kehidupan sosial.













