PAMEKASAN, MADURANET – Perum Bulog Kantor Cabang Madura menggandeng Persatuan Kepala Desa (Perkasa) Kabupaten Pamekasan untuk mempercepat realisasi penyaluran bantuan pangan (Banpang) sekaligus memastikan distribusi bantuan berjalan tepat sasaran hingga tingkat desa.
Sinergi tersebut ditandai melalui silaturahmi Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Madura, Ahmad Rofi’i dengan Ketua Perkasa Pamekasan periode 2025-2030, Fahrianto, Kamis (11/6/2026) malam di Ponjanan Timur, Kecamatan Batumarmar.
Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Madura, Ahmad Rofi’i, mengatakan koordinasi dengan organisasi kepala desa dilakukan sebagai bagian dari percepatan distribusi bantuan pangan di Kabupaten Pamekasan.
Menurut dia, hingga pertengahan Juni ini, penyaluran bantuan pangan telah berjalan di delapan kecamatan dan ditargetkan seluruh distribusi rampung sebelum 20 Juni 2026.
“Koordinasi ini terkait percepatan bantuan pangan. Saat ini delapan kecamatan sudah tersalurkan, sisanya kami maksimalkan selesai sebelum 20 Juni,” kata Rofi’i saat dikonfirmasi, Jumat (12/6/2026).
Selain membahas percepatan distribusi tahap berjalan, dirinya juga mulai melakukan sosialisasi awal terkait rencana program bantuan pangan berikutnya.
Rofi’i menjelaskan, pemerintah berencana menyalurkan bantuan pangan dalam tiga alokasi ke depan sehingga koordinasi sejak dini dinilai penting agar pemerintah desa dapat mempersiapkan pelaksanaan di lapangan.
“Dalam silaturahmi ini kami juga menyampaikan persiapan bantuan pangan berikutnya yang rencananya ada tiga alokasi. Karena itu kami sampaikan langsung ke Ketua Perkasa agar nantinya bisa diteruskan ke seluruh kepala desa,” ujarnya.
Ia mengaku mendapat respons positif dari jajaran Perkasa Pamekasan yang menyatakan siap mendukung penuh program distribusi bantuan pangan pemerintah.
Menurut Ahmad, keterlibatan pemerintah desa menjadi faktor penting agar distribusi bantuan dapat berjalan lancar sekaligus meminimalisasi persoalan di tingkat masyarakat.
“Alhamdulillah respons Ketua Perkasa sangat baik dan berkomitmen mendukung program bantuan pangan ini,” katanya.
Bulog, lanjut Ahmad, sengaja membangun komunikasi langsung dengan para kepala desa untuk mencegah munculnya berbagai isu negatif yang sempat berkembang terkait distribusi bantuan pangan beberapa waktu lalu.
Ia menyinggung adanya kabar di masyarakat yang menyebut bantuan pangan sengaja ditahan pemerintah desa atau terjadi dugaan penyalahgunaan distribusi bantuan.
Namun, menurut dia, kondisi tersebut bukan disebabkan faktor penyelewengan, melainkan kendala distribusi akibat dampak situasi ekonomi global yang sempat memengaruhi rantai pasok.
“Kemarin sempat muncul kabar miring seolah bantuan ditahan kepala desa atau dikorupsi. Padahal itu murni karena ada kendala akibat dampak krisis global,” ujarnya.
Saat ini, kata Ahmad, kondisi distribusi telah kembali normal dan Bulog memastikan seluruh bantuan yang menjadi hak masyarakat akan tersalurkan hingga ke desa-desa.
Karena itu, masyarakat penerima manfaat diminta tidak khawatir terhadap keberlanjutan program bantuan pangan pemerintah.
“Kami berkomitmen bantuan pangan ini pasti sampai ke desa-desa. Jadi masyarakat penerima manfaat tidak perlu khawatir,” kata Ahmad.
Melalui kolaborasi bersama Perkasa, Rifi’i berharap penyaluran bantuan pangan di Kabupaten Pamekasan dapat berjalan lebih cepat, tepat sasaran, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program perlindungan sosial pemerintah.













