• Terkini
  • Trending
  • Semua
Bupati Pamekasan dan Polisi Tuai Kecaman Usai Demonstrasi Berdarah

Bupati Pamekasan dan Polisi Tuai Kecaman Usai Demonstrasi Berdarah

6 tahun lalu
Bupati Pamekasan Rencanakan Penataan Wisata Sunset Capak Galis

Bupati Pamekasan Rencanakan Penataan Wisata Sunset Capak Galis

17 jam lalu

BGN Tekankan Peran Daerah dan Kualitas Distribusi Program MBG di Madura

18 jam lalu

PCNU Pamekasan Desak Pemerintah Segera Berlakukan Cukai Golongan III di Madura

2 hari lalu

Harga Plastik Global Naik, Pedagang Garam di Pamekasan Tertekan Biaya Produksi

2 hari lalu

Kapolres Pamekasan Tekankan Disiplin dan Pelayanan Prima saat Kunker

3 hari lalu

BGN Pamekasan Ingatkan Warga Waspada Dugaan Penipuan Program MBG

3 hari lalu

KONI Pamekasan Minta Perbaikan Fasilitas Olahraga Jelang Porprov

3 hari lalu
Wujud Peduli Lingkungan AJP Tanam Mangrove dan Lepas Burung ke Udara

Wujud Peduli Lingkungan AJP Tanam Mangrove dan Lepas Burung ke Udara

3 hari lalu

Pengurus DKP Pamekasan 2025–2030 Dilantik, Fokus Pemajuan Kebudayaan hingga Desa

4 hari lalu

Truk Angkutan Galian C Masuk Kota Lindas Ibu Paru Baya di Dekat Arek Lancor

4 hari lalu

Ulama dan Petani Madura Bersatu Sambut Haji Her dan Gelar Istigasah Jelang Musim Tembakau

5 hari lalu

Kronologi Penangkapan Dua Perantara Sabu di Pademawu

5 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Jumat, April 17, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Pendidikan

Bupati Pamekasan dan Polisi Tuai Kecaman Usai Demonstrasi Berdarah

Tindakan represif bisa dicegah jika bupati bisa menemui mahasiswa

oleh Hasbi Amrullah
25 Juni 2020
in Pendidikan, Peristiwa
19 0
0
Bupati Pamekasan dan Polisi Tuai Kecaman Usai Demonstrasi Berdarah

Demonstrasi ratusan aktivis PMII menolak tambang ilegal di Pamekasan hingga bentrok dengan polisi.

0
SHARES
188
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Aksi unjuk rasa yang terjadi di depan rumah dinas Bupati Pamekasan oleh aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pamekasan yang diwarnai kerusuhan dengan polisi, menuai kecaman dari berbagai pihak.

Kecaman itu ditujukan kepada Bupati Pamekasan Baddrud Tamam dan Polres Pamekasan.

Safiuddin, Sekretaris Ikatan Keluarga Alumni PMII Cabang Pamekasan menyampaikan pandangannya. Pria yang akrab disapa Syafik Moma ini meminta agar bupati segera menengahi dan menyelesaikan persoalan kader-kader PMI agar di kemudian hari tidak menjadi bumbu siap saji. Sebab, bupati Baddrud Tamam juga kader PMII yang kini menjabat sebagai Sekretaris IKAPMII Jawa Timur.

“Ini permohonan saya pribadi tidak ada unsur apapun,” terang Safik Moma melalui akun facebooknya.

Ketua IKAPMII Universitas Madura (Unira) Pamekasan, Agus Sujarwadi menyampaikan kecamannya, terutama kepada Bupati Baddrud Tamam. Menurut mantan Ketua DPC Partai Gerindra Pamekasan ini, Baddrud Tamam harus bertanggungjawab atas tindakan represif polisi kepada mahasiswa. Sebab, andaikan aksi itu ditemui oleh bupati atau perwakilan bupati, insiden yang menyebabkan mahasiswa terluka karena pukulan aparat tidak akan terjadi.

“Insiden mahasiswa dan polisi, harus jadi tanggungjawab bupati,” ujar Agus.

Zainullah, mantan aktivis PMII IAIN Madura mengecam keras tindakan represif polisi. Pihaknya meminta agar oknum polisi segera diperiksa dan diberi sanksi sesuai aturan internal kepolisian. Kepada Bupati Baddrud Tamam, Zainullah juga mendesak agar bertanggungjawab.

“Unjuk rasa sudah lama pemberitahuannya kepada bupati, kemudian bupati tidak menemui sehingga bentrokan terjadi. Bupati juga harus bertanggungjawab,” kata Zainullah.

Aksi unjuk rasa aktivis PMII Cabang Pamekasan, berkaitan dengan maraknya tambang galian C di sejumlah wilayah di Pamekasan. Moh. Lutfi, Ketua PMII Cabang Pamekasan mengatakan, penambangan secara ilegal sudah terjadi sejak lama dan dibiarkan oleh pemerintah Kabupaten Pamekasan. Bahkan, aparat kepolisian juga sama-sama membiarkannya.

Akibatnya, kerusakan lingkungan banyak terjadi di sekitar tambang. Yang menikmati hasilnya, hanya segelintir orang dan tidak bisa memperbaiki kerusakan lingkungan yang terjadi akibat penambangan ilegal tersebut.

Tags: baddrud TamamBupatiGalian CilegalPamekasanPMIIpolisiTambang
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Hasbi Amrullah

Hasbi Amrullah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version