PAMEKASAN, MADURANET – Musyawarah Daerah (Musda) VI Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pamekasan resmi dibuka pada Minggu (16/11/2025) di Mandhapa Agung Ronggosukowati. Mengangkat tema “Peran MUI sebagai Khodimul Ummah dan Shodiqul Hukumah,” forum ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kinerja pengurus periode sebelumnya sekaligus menyiapkan kepengurusan dan program baru.
Dalam sambutannya, Bupati Pamekasan Kholilurrahman menyampaikan apresiasi kepada ketua dan pengurus MUI periode 2022–2025 yang akan menyampaikan laporan pertanggungjawaban pada forum tersebut.
“Saya ingin menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada para pengurus MUI yang sebentar lagi akan mengakhiri tugasnya. Program-program yang telah dilaksanakan sudah cukup bagus dan berhasil,” ujar Bupati.
Menurut Bupati, keberhasilan program MUI tidak lepas dari keselarasan dengan arah pembangunan Kabupaten Pamekasan serta kemampuannya menyentuh kebutuhan riil masyarakat.
“MUI tidak bertepuk sebelah tangan. Program-programnya benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan sejalan dengan pembangunan daerah,” tegasnya.
Ia berharap pengalaman sukses periode sebelumnya menjadi bahan berharga dalam menyusun program lanjutan, termasuk dalam memilih figur ketua yang mampu menjaga kesinambungan organisasi.
Bupati menegaskan bahwa MUI adalah organisasi besar dengan peran strategis dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, ia meminta agar konsistensi MUI dalam mengemban peran ganda tersebut tetap dijaga.
“MUI harus tetap konsisten mendukung kebijakan organisasi induknya yang bertekad menjadi pelayan umat dan mitra pemerintah,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pengembangan indikator dalam memilih ketua MUI berikutnya agar organisasi mampu menghadapi tantangan zaman, termasuk persoalan ekonomi, ekologi, hingga degradasi moral generasi muda.
Dalam sambutannya, Bupati menyoroti persoalan moral dan perilaku generasi muda yang dinilainya mulai menjauh dari nilai-nilai agama dan budaya lokal.
“Kita sedang menghadapi masalah yang cukup berat terkait pendidikan generasi muda. Indikasi perilaku yang tidak sesuai nilai agama semakin sering muncul. Ini perlu perhatian kita bersama,” ucapnya.
Bupati meyakini MUI Pamekasan tetap konsisten mendukung program pemerintah, terutama dalam penguatan pendidikan keagamaan di masyarakat.
Bupati juga menyampaikan apresiasi khusus kepada pengurus MUI yang akan mengakhiri masa tugasnya.
“Semoga apa yang sudah dilakukan dicatat sebagai amal shalih. Untuk pengurus baru nanti, saya ucapkan selamat. Semoga mampu membawa MUI Pamekasan lebih baik lagi,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati turut mengucapkan selamat kepada para juara Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ), Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK), dan Musabaqah Hifdzi Alfiyah Ibnu Malik (MHA) yang digelar sebagai rangkaian Hari Jadi ke-495 Kabupaten Pamekasan.
Ia menyebut lomba tersebut bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembentukan karakter Qur’ani dan penguatan tradisi keilmuan di kalangan generasi muda.
“Tradisi ini harus terus dilestarikan sebagai identitas daerah dan media untuk membumikan nilai-nilai Qur’ani,” katanya.
Penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba dari masing-masing kategori, antara lain:
Lomba MHQ 15 Juz, juara pertama atas nama A Ulwan Hafiz Zaini delegasi PP. Darul Ulum Banyuanyar dengan perolehan nilai 94. Muhammad Nubail Wafdan delegasi PP. Mambaul Ulum Bata-Bata menempati posisi kedua dengan perolehan nilai 80, dan Fawaid asal SMA Tahfidz Darul Ulum Banyuanyar di posisi ketiga dengan nilai 60,5.
Untuk ketegiri MHQ 30 Juz, Raihan Haqqian Maulana dari PP. Darul Ulum Banyuanyar menjadi pemenang pertama dengan nilai 86. Posisi kedua diraih oleh Ach. Mahbub Ali delegasi PP. Nurus Salam Saba Tambak dengan nilai 82. Sedangkan juara ketiga di raih oleh Tohe santri asal PP. Ad-Dirasat Al-Quraniyah dengan nilai 73.
Dalam lomba MQK Fathul Qorib, juara pertama di raih santri asal PP. Sumber Baru Al-Falah dengan nilai 88 atas nama Naylatur Rif’ah. Posisi kedua diraih oleh Mohammad Taufiqul Hakim delegasi LPI Al-Hamidy Banyuanyar dengan nilai 86. Juara ketiga Ach. Zainur Rohman asal Misdad UD dengan nilai 85.
Di ajang MQK Kifayatul Akhyar, juara pertama diraih oleh Moh. Tahir asal PP. Mambaul Ulum Bata-Bata dengan nilai 86. M. Nur Hidayatullah diposisi kedua asal PP. Miftahul Ulum Kebun Baru dengan nilai 84,5. Juara ketiga Moh. Ilzamuddin Taufik asal LPI Al-Hamidy Banyuanyar dengan nilai 82,5.
Sedangkan dalam lomba MHA Alfiyah Ibnu Malik, juara pertama atas nama Moh. Yazid Alfi Mubarok delegasi PP. Mambaul Ulum Bata-Bata dengan poin 95. Posisi kedua diraih Misbahul Munir Zubairi asal PP. Mambaul Ulum Bata-Bata dengan poin 94, dan Darul Hikmah asal PP. Miftahul Ulum Karang Manggis menempati posisi ketiga dengan poin 93.













