PAMEKASAN, MADURANET – Menjelang rotasi dan mutasi pejabat di lingkungan Pemkab Pamekasan, yang hanya tinggal hitungan hari, Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, meminta masyarakat Pamekasan berhati-hati dan jangan percaya kepada masyarakat atau oknum tertentu yang menawarkan suatu jabatan.
“Bila ada masyarakat yang mendatangi warga menjanjikan jabatan dengan meminta imbalan dengan jumlah uang sekian, itu jelas tidak benar. Sekalipun orang itu mengaku dan mengatasnamakan bupati, tolong hati-hati. Saya dan Pak Wabup tidak seperti itu,”‘ kata Bupati Kholilurrahman, kepada Maduranet, Rabu (1/10/2025).
Menurut Bupati, di masa kepemimpinannya ini, ia menginginkan pemerintahan yang bersih dan efisien. Dan bila ada masyarakat yang melihat dan bertemu orang yang menjanjikan jabatan, segera laporkan kepada dirinya. Ia tidak akan segan-segan memberikan teguran keras dan sangsi pada orang itu.
Kholilurrahman tidak menyebutkan hari dan tanggal mutasi itu digelar. Hanya saja dikatakan dalam waktu dekat di awal Oktober 2025 ini. Apakah pada minggu pertama atau pada minggu kedua.
Jadi, kata Bupati tidak perlu buru-buru yang penting hasilnya baik. Saat ini masih persiapan. Namun untuk diterima oleh semua kalangan tidak mungkin, karena sudut berbeda.
Ditegaskan, dalam mutasi nanti pihaknya berusaha semaksimal mungkin untuk bertindak the right man on the right place. Yakni, penempatan orang yang tepat pada posisi.
Selanjutnya bupati menyatakan, ke depan ia minta kepada seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) hingga staf terbawah, menandatangi pakta integritas. Sehingga dalam melaksanakan tugas, fungsi, wewenang, dan tanggung jawab secara jujur, sesuai peraturan perundang-undangan.
“Artinya, apa komitmen mereka. Bila nanti ternyata menyimpang dari integritas yang dibuat, maka yang bersangkutan siap menerima sangsi. Sehingga dari pimpinan hingga staf terbawah, betul-betul siap untuk bekerja dengan baik,” ujar mantan Bupati Pamekasan, periode 2008-2013.
Ditanya 20 pejabat yang sudah menjalani uji kompetensi apakah semuanya dirotasi dan dimutasi, bupati menyatakan, ada yang tetap dan ada yang dirotasi sesuai kebutuhan. Misalnya, kalau ada pejabat yang sudah cocok sesuai jabatannya, maka tetap tidak dirotasi. Namun jika dirasa kurang, tentu dimutasi.
Ditambahkan, dalam pemerintahan rotasi, mutasi dan promosi itu perlu dilakukan. Bukan sekadar penyegaran, melainkan juga menghindari kejenuhan. Sebab pejabat yang menempati posisi tertentu dan sudah terlalu lama memangku jabatan di satu OPD, mungkin ada rasa jenuh, stagnan (dalam keadaan tidak bergerak, tidak berubah, tidak tumbuh, atau tidak berkembang), menginginkan tour of duty untuk penyegaran para pejabat itu.













