PAMEKASAN, MADURANET — Sebanyak lima anak sekolah dasar di bawah naungan Yayasan Al Ma’arif, Desa Branta Tinggi, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Jawa Timur, dilarikan ke Puskesmas Tlanakan, Selasa (9/9/2025). Mereka diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi hidangan dari dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pantauan di lokasi, para perawat dan dokter tampak sibuk menangani pasien anak-anak tersebut.
“Masih sibuk,” ujar salah satu petugas resepsionis ketika ditanya wartawan mengenai kondisi terkini.
Seorang sumber yang enggan disebutkan namanya menyebutkan, makanan yang dikonsumsi anak-anak diduga berasal dari Dapur MBG di kawasan Branta. Namun, ia menegaskan, penyebab keracunan belum bisa dipastikan sebelum ada hasil uji laboratorium.
“Saya langsung minta dokter untuk memeriksa sampel makanan sisa yang diberikan kepada anak-anak,” katanya.
Awalnya hanya tiga anak yang mengalami gejala, tetapi beberapa jam kemudian menyusul dua anak lain dengan keluhan serupa.
“Bahkan ada orang dewasa yang juga makan, ikut pusing,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Puskesmas Tlanakan belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi pasien maupun penyebab dugaan keracunan tersebut. Tim medis masih fokus pada penanganan korban.
Kasus ini menambah daftar peristiwa keracunan makanan di lingkungan sekolah yang kerap terjadi akibat higienitas dapur atau distribusi makanan. Pihak berwenang diharapkan segera memastikan penyebab pasti demi mencegah kejadian serupa terulang.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan pemerintah pusat yang bertujuan memberikan asupan makanan bergizi kepada anak-anak sekolah dasar hingga tingkat menengah. Program ini dijalankan melalui dapur-dapur penyedia makanan yang ditunjuk di setiap daerah, termasuk di Pamekasan.
Meski bertujuan baik untuk menunjang kesehatan dan tumbuh kembang anak, pelaksanaan di lapangan tetap membutuhkan pengawasan ketat, terutama terkait kualitas dapur, higienitas, serta distribusi makanan.













