PAMEKASAN, MADURANET – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, memastikan ketersediaan Pertalite masih dapat mencukupi kebutuhan hingga akhir 2026, apabila usulan tambahan kuota yang diajukan pemerintah daerah dipenuhi.
Kepala Bagian Perekonomian Setkab Pamekasan Sri Puji Harijani menjelaskan, kuota Pertalite Pamekasan pada 2026, ditetapkan sebanyak 75.430 kiloliter (KL) atau sekitar 198 KL per hari.
”Untuk kouta bulanan, kami tidak pegang datanya. Semua data memang dipegang Pertamina. Ketika ditanya, mereka hanya bilang, kouta tahunan tinggal bagi 12, lalu ketemu angka kouta bulanan,” terang dia, Rabu (16/9/2026).
Realisasinya, berdasarkan catatan Pemkab Pamekasan, penyaluran Pertalite hingga Mei 2026 mencapai 29.776 KL. Puji mengatakan, tambahan kuota yang diusulkan Pemkab diharapkan dapat menjaga pasokan hingga penghujung tahun.
“Kalau usulan penambahan kuota Pemkab Pamekasan dipenuhi sesuai permintaan, insyaallah cukup sampai akhir tahun,” katanya.
Ia memaparkan, usulan penambahan kuota pertalite dari Pemkab sendiri, sekitar hampir 23,000 Kl. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi melonjaknya kebutuhan menghadapi penghujung tahun 2026.
Tak hanya itu, agar mengefektifkan penyaluran, Puji juga meminta seluruh SPBU di Pamekasan, tidak sembarangan melayani pembelian Pertalite menggunakan barcode, terutama jika pembelian dilakukan menggunakan jeriken dalam jumlah yang tidak wajar.
“Kami mengimbau semua SPBU Pamekasan untuk tidak sembarang melayani barcode pakai jerigen yang pembeliannya di luar angka wajar,” ujarnya.
Menurutnya, persoalan pasokan di tingkat SPBU tidak selalu disebabkan oleh keterbatasan kuota. Ia mencatat sejumlah SPBU kerap kehabisan Pertalite menjelang akhir bulan. Setelah dilakukan pengecekan, kondisi tersebut antara lain dipengaruhi manajemen penyaluran yang kurang tertata.
“Ada yang SPBU sering kali kehabisan di setiap akhir bulan. Ketika dicek ke lapangan, memang karena manajemen SPBU tersebut yang kurang rapi,” katanya.
Sebaliknya, lanjut dia, SPBU yang memiliki pencatatan lengkap dan menerapkan manajemen penyaluran dengan baik cenderung mampu menjaga stok.
“Kalau yang datanya lengkap dan manajemen bagus, kami pantau selalu mencukupi. Artinya, SPBU tersebut tidak asal kasih BBM,” kata Puji.
Ia pun meminta masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan karena khawatir kehabisan Pertalite.
“Masyarakat kami imbau tidak panik dengan keadaan ini,” pungkasnya.













