PAMEKASAN, MADURANET – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Pamekasan mencatat sebanyak 87 organisasi kemasyarakatan (ormas) atau lembaga swadaya masyarakat (LSM) telah terdaftar dan aktif melapor ke pemerintah daerah.
Kepala Bakesbangpol Pamekasan Cahya Wibawa mengatakan, lembaganya berperan sebagai penerima laporan administrasi dari ormas yang telah memiliki legalitas dari pemerintah pusat.
“Ada 87 LSM atau ormas yang terdaftar di kami. Bakesbangpol di sini sebagai badan yang menerima laporan dari mereka. Untuk surat atau badan hukum, itu didaftarkan ke Kementerian Hukum,” ujar Cahya saat ditemui di Gedung DPRD Kabupaten Pamekasan, Rabu (11/2/2026).
Ia menjelaskan, setelah mendapatkan pengesahan badan hukum dari Kementerian Hukum, ormas wajib melapor ke pemerintah kabupaten melalui Bakesbangpol agar tercatat secara resmi di daerah.
Dari proses tersebut, saat ini terdapat 87 ormas yang telah menyampaikan laporan keberadaan dan aktivitasnya.
Namun, Cahya mengingatkan, sebagian ormas belum memperbarui Surat Keterangan Terdaftar (SKT) secara berkala. Padahal, dokumen tersebut hanya berlaku selama lima tahun.
“Untuk soal SKT, mereka hanya melakukan pelaporan di awal dan banyak yang tidak melakukan laporan lagi. Padahal SKT itu berlaku lima tahun,” katanya.
Karena itu, pihaknya mengimbau seluruh ormas segera melakukan pembaruan data dan pelaporan ulang agar administrasi tetap tertib.
“Saya menghimbau kepada ormas yang belum terdaftar untuk segera melapor ke Bakesbangpol. Untuk yang sudah terdaftar, harap melakukan laporan kembali setiap lima tahun untuk SKT-nya,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Pamekasan Kholilurrahman menyatakan komitmennya untuk kembali merangkul LSM melalui forum komunikasi resmi, seperti yang pernah dibentuk pada periode kepemimpinannya sebelumnya.
Menurut dia, forum tersebut penting untuk menjaga kondusivitas daerah sekaligus menjadi wadah dialog antara pemerintah dan masyarakat sipil.
“Seperti periode awal, saya ingin kembali merangkul LSM di Kabupaten Pamekasan guna menciptakan kondusivitas. Saya akan buat forum,” kata Kholilurrahman.
Ia berharap kolaborasi dengan ormas dapat membantu menjaga stabilitas sosial di tengah berbagai dinamika masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan saat menemui sekitar 6.000 buruh rokok dan petani yang sebelumnya menggelar aksi di depan Kantor Bupati Pamekasan.













