• Terkini
  • Trending
  • Semua

Hasil Pertanian Ludes Terserap Program MBG

5 jam lalu

DPRD Pamekasan Pastikan Solar untuk Nelayan Kembali Tersedia Setelah Keluhan Distribusi

25 menit lalu

HUT Bhayangkara ke-80 Polres Pamekasan Tekankan Penguatan Pelayanan Publik

5 jam lalu

150 Stand Disiapkan saat Puncak Harkopnas di Pamekasan

6 jam lalu

Polres Pamekasan Ungkap 7 Kasus Pencurian dalam Sepekan

22 jam lalu

Antrean Solar Mengular Ratusan Meter di Pamekasan, Sopir Truk Keluhkan Distribusi BBM Subsidi Terganggu

1 hari lalu

Dua Santri IBS PKMKK Pamekasan Menatap Harvard, Oxford, hingga Tokyo

2 hari lalu

Pamekasan Dapat Hibah Mesin Pengolah Sampah dari BRIN

4 hari lalu

Dipicu Korsleting Listrik Sedan Tua Buatan Indonesia Hangus Terbakar

5 hari lalu

Bupati Pamekasan Bidik Bantuan Rp120 Miliar untuk Support Program Pamekasan Bersih

5 hari lalu

Peringati Tahun Baru Islam Bupati Pamekasan Ajak Warga Jaga Persatuan di Tengah Keberagaman

6 hari lalu

PMII Desak Penutupan Tambang Galian C Ilegal di Pamekasan

6 hari lalu

RSUD Smart Pamekasan Bangun Ruang Operasi Baru dan Tambah 10 Unit Hemodialisis

1 minggu lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Rabu, Juli 1, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Pilihan

Hasil Pertanian Ludes Terserap Program MBG

Program Makan Bergizi Gratis mulai dirasakan manfaatnya oleh sejumlah kalangan di Pamekasan. Petani mengaku lebih mudah memasarkan hasil panen, sementara keluarga siswa merasakan penghematan pengeluaran, meski mekanisme distribusi di sekolah masih dinilai perlu dievaluasi.

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
1 Juli 2026
in Pilihan
9 1
0

Muhammad Kholilurrahman besama beberapa petani yang sedang merawat tembakau di persawahan Desa Polagan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Rabu (1/7/2026).

0
SHARES
100
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah wilayah Kabupaten Pamekasan menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat. Tidak hanya dirasakan siswa sebagai penerima manfaat, program tersebut juga mulai memberi efek ekonomi bagi petani lokal yang menjadi pemasok bahan pangan.

Khairul Efendi (27), petani milenial asal Desa Dempo Timur, Kecamatan Pasean, mengaku mendukung penuh program MBG karena membuka kepastian pasar bagi hasil pertanian yang selama ini sering mengalami ketidakjelasan distribusi.

Menurut dia, keberadaan dapur MBG membuat petani memiliki gambaran yang lebih jelas terkait kebutuhan komoditas yang harus ditanam.

“Saya mendukung program MBG ini. Semenjak ada MBG, kami tidak bingung lagi pasar yang akan dituju,” kata Khairul, Rabu (1/7/2026).

Ia menjelaskan selama ini dirinya rutin berkomunikasi dengan pengelola dapur MBG terkait jenis bahan pangan yang sedang dibutuhkan. Dengan begitu, pola tanam yang dilakukan menjadi lebih terarah sesuai kebutuhan pasar.

“Saya selalu komunikasi tentang apa yang dibutuhkan dapur MBG, jadi saya bisa tanam yang memang dibutuhkan,” ujarnya.

Khairul mengaku dampak ekonomi dari program tersebut mulai dirasakan secara langsung. Selain omzet meningkat, perputaran hasil panen juga menjadi lebih cepat dibanding sebelumnya.

Menurut dia, sistem harga dalam program MBG juga dinilai lebih jelas sehingga petani tidak lagi khawatir terhadap praktik monopoli harga yang selama ini kerap terjadi di tingkat pasar.

“Di MBG harga juga sudah jelas. Jadi petani tidak takut lagi ada monopoli harga,” katanya.

Khairul sendiri tergabung dalam Yayasan Pertanian Sakera Farm yang fokus mengembangkan sektor pertanian di kawasan Pantura Pamekasan.

Selain bertani, ia juga aktif mengajar. Karena itu, ia mengaku memiliki kedekatan emosional terhadap program MBG karena melihat langsung manfaatnya bagi anak-anak di daerah pedesaan.

“Saya senang melihat anak-anak bisa makan, karena di desa pelosok seperti kami, bertani merupakan aktivitas wajib masyarakat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Muhammad Kholilurrahman (25), petani muda asal Dusun Tangger, Desa Polagan, Kecamatan Galis.

Ia menilai program MBG merupakan kebijakan yang baik karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya keluarga siswa.

Menurut dia, meskipun belakangan muncul berbagai persoalan dan polemik terkait tata kelola program tersebut di tingkat nasional, substansi program tetap membawa manfaat nyata.

“Program ini bagus. Meskipun banyak kejanggalan seperti kasus korupsi dan sebagainya, manfaatnya tetap dirasakan langsung oleh anak-anak bangsa,” kata Kholilurrahman.

Ia mencontohkan perubahan sederhana yang terjadi di keluarganya sejak program itu berjalan. Adiknya yang duduk di bangku kelas satu SMP di Kecamatan Galis kini tidak lagi harus sarapan dari rumah karena telah mendapat jatah makan di sekolah.

“Adik saya sekarang pagi tidak usah makan lagi di rumah, jadi membantu kebutuhan pokok keluarga,” ujarnya.

Sementara itu, Guru yang berstatus honorer di SMP Negeri 8 Pamekasan, Fani Reza Safrijal, menilai program MBG secara prinsip merupakan langkah positif pemerintah dalam membantu siswa.

Ia mengatakan program tersebut dapat mengurangi pengeluaran siswa untuk membeli makanan di kantin sekolah sekaligus berdampak pada peningkatan kehadiran peserta didik.

“Saya setuju dengan program MBG, tetapi tidak dengan mekanisme penyalurannya,” kata Fani.

Menurut dia, terdapat sejumlah persoalan teknis di lapangan yang masih mengganggu proses belajar mengajar.

Salah satunya berkaitan dengan jadwal distribusi makanan yang sering datang di tengah kegiatan belajar, sehingga memecah fokus siswa saat proses pembelajaran sedang berlangsung.

“Ketika siswa sedang fokus KBM, tiba-tiba MBG datang dan kegiatan belajar langsung buyar karena siswa fokus mengambil makanan,” ujarnya.

Ia juga menilai pelibatan sejumlah institusi seperti DPR, kepolisian, dan TNI dalam pelaksanaan program perlu dikaji ulang karena masing-masing lembaga telah memiliki tugas pokok tersendiri.

“Saya setuju denga programnya, tapi tidak dengan mekanisme penyalurannya,” tegas dia.

Tags: Asta cita presidenGuru PamekasanManfaat MBGMBGPetani Pamekasan
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version