PAMEKASAN, MADURANET – MTS Kyai Mudrikah Kembang Kuning, Pamekasan, mereformulasi kurikulum, guna memperkuat kualitas pembelajaran, sekaligus mempertahankan nilai-nilai pendidikan Islam dan kepesantrenan.
Pembahasan itu dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD), Penyusunan Kurikulum MTS Kyai Mudrikah Kembang Kuning, dengan menghadirkan Mohammad Holis, dari Tim Pengembang Kurikulum Madrasah Kementerian Agama RI, Heru Wasilah, Pengawas MTS Kyai Mudrikah Kembang Kuning. Minggu (20/9/2026).
Hadir pula Guru Besar Sosiologi Pendidikan Islam UIN Madura, Achmad Muhlis, juga sebagai Direktur IBS PKMKK, menjadi keynote speaker, hadir pula Moch. Cholid Wardi, sebagai pembahas.
Dalam forum utu, Achmad Muhlis mengatakan, pembaruan kurikulum harus tetap berpijak pada prinsip pengembangan kurikulum dan nilai keislaman, yang menjadi dasar pendidikan di Kyai Mudrikah Kembang Kuning. Menurut dia, kurikulum juga harus mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tanpa kehilangan identitas pendidikan Islam.
“Tujuh pilar utama dan dua pilar penopang, yang telah menjadi karakter pendidikan IBS PKMKK, ditempatkan sebagai bagian integral dari orientasi pengembangan kurikulum ini,” kata Muhlis.
Ia menjelaskan, pembaruan kurikulum bukan berarti meninggalkan nilai lama. Pembaruan dilakukan dengan menyesuaikan nilai tersebut, dengan kebutuhan generasi mendatang.
Tidak hanya itu, kata Muhlis, kurikulum baru tersebut, juga diarahkan melalui lima orientasi, yakni cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu pengetahuan, cinta kepada diri dan sesama, cinta lingkungan, serta cinta tanah air.
“Lima orientasi itu, diharapkan membentuk siswa yang memiliki karakter, rasa ingin tahu, kepedulian terhadap sesama dan lingkungan, serta kesadaran kebangsaan,” jelasnya.
Melalui FGD, lanjut Guru UIN Madura tersebut, penyusunan kurikulum, tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan administrasi pembelajaran. Kurikulum diharapkan menjadi dasar untuk membangun pendidikan, yang adaptif terhadap perubahan zaman, tetapi tetap berakar pada nilai Islam dan tradisi pesantren.
Sementara itu, Cholid Wardi memberikan telaah terhadap draf kurikulum, mulai dari konsep, struktur, keterkaitan antar komponen hingga penerapannya dalam pembelajaran. Ia menekankan, pentingnya memastikan visi kurikulum berhubungan jelas dengan tujuan, materi, strategi pembelajaran, asesmen, dan capaian pendidikan.
Semetara, pengawas MTS Kyai Mudrikah Kembang Kuning, Heru Wasilah, memberikan statment yang menarik, bawah, madrasah perlu keluar dari rutinitas dan formalitas dalam menjalankan kurikulum.
Maksud dia, kurikulum harus memiliki tagihan mutu yang terukur. Karena itu, sekolah akan memperkuat forum evaluasi guru setiap Sabtu, untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Dia menambahkan, guru juga didorong memahami potensi, kebutuhan, dan karakter siswa sebelum menentukan metode pembelajaran.
“Prinsip diferensiasi menjadi bagian penting, karena setiap peserta didik memiliki potensi dan kebutuhan yang berbeda,” tandas Heru.
