PAMEKASAN, MADURANET – Pondok Pesantren Syekh Abdurrahman Rabah (PP Sabar) Pamekasan, memborong tiga juara nasional dalam kompetisi Bahasa Mandarin, yang digelar media Harian Disway Surabaya di Pakuwon City Mall, Surabaya, 5-6 September 2026. Menariknya, kompetisi tersebut menjadi pengalaman perdana bagi santri pesantren tersebut.
Tiga prestasi yang diraih yakni, juara 1 Debat Bahasa Mandarin kategori SMA/sederajat tingkat nasional. Juara 3 Debat Bahasa Mandarin kategori Mahasiswa/Umum, serta juara harapan 1 Pidato Bahasa Mandarin kategori mahasiswa/umum.
Pengasuh Pesantren Syekh Abdurrahman Rabah, Abdul Hamid, mengatakan peserta yang dikirim bukan untuk uji coba-coba atau aji mumpung. Mereka telah melalui proses seleksi yang ketat, berdasarkan kualifikasi dan hasil uji kompetensi.
“Kami memilih santri yang memang memiliki kualifikasi dan hasil uji kompetensi terbaik. Sebab, Bahasa Mandarin sudah menjadi rutinitas harian mereka di pesantren,” kata Abdul Hamid saat dihubungi Maduranet.com, Senin (7/9/2026).
Menurut dia, pendampingan selama perlombaan tidak hanya berfokus pada kemampuan berbahasa. Abdul Hamid memberikan briefing langsung kepada para santri, dengan menekankan pentingnya mentalitas, ketenangan, dan kepercayaan diri.
“Yang paling penting adalah bagaimana menjaga mental, suasana batiniah, dan kepercayaan diri mereka saat bertanding,” ujarnya.
Abdul Hamid mengatakan, pengembangan Bahasa Mandarin merupakan bagian dari upaya pesantren, membekali santri dengan kemampuan yang relevan secara global.
“Bahasa adalah kunci untuk menggenggam dunia. Karena itu, Bahasa Mandarin menjadi salah satu bahasa yang serius kami kembangkan di pesantren,” katanya.
Program tersebut, lanjut dia, diperkuat dengan uji kompetensi internasional standardisasi kemampuan Bahasa Mandarin, Hànyǔ Shuǐpíng Kǎoshì (HSK) dan Hànyǔ Shuǐpíng Kǎoshì Kǒushì (HSKK). Sejumlah santri telah mengikuti sertifikasi dari tingkat 2 hingga tingkat 4, dengan sertifikat yang diterbitkan dari Tiongkok.
“Bahasa Mandarin bukan program sesaat. Pusat Bahasa Internasional di PP Sabar akan terus kami kembangkan sebagai salah satu program unggulan pesantren,” kata Abdul Hamid.
Ia mengaku bersyukur sekaligus bangga melihat perjuangan para santri, yang mampu meraih tiga penghargaan dalam keikutsertaan pertama di kompetisi nasional.
“Kami sangat bersyukur kepada Allah SWT. Bangga dan terharu melihat perjuangan mereka dari awal sampai akhir. Ini pengalaman pertama ikut lomba, tetapi mereka mampu membawa pulang tiga juara nasional,” pungkasnya.
