PAMEKASAN, MADURANET – Dua siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Lawangan Daya 2, Kecamatan Kota, Pamekasan menorehkan prestasi. Yakni, Czarina Anastasya, siswa kelas V B, menyabet juara 1 Sains Grand Final VitalongC, show Your Talent, tingkat Provinsi Jawa Timur.
Sedang Keyra Queensa Awrora M, siswa kelas VI, meraih juara 2, Bahasa Inggris Grand VitalongC show Your Talent, tingkat Provinsi Jawa Timur. Kedua siswa SDN Lawangan Daya 2, ini mengikuti loma di Surabaya, pada Juli 2026.
Tasya, panggilan Czarina Anatasya, anak dari pasangan suami istri, dr Novel Widya Saputra dan dr Fitria, mengaku senang dan bangga dirinya mendapatkan juara pertama sains, yang lebih dikenal dengan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IP) dengan menyisihkan puluhan peserta dari sejumlah daerah di Jawa Timur.
“Saya menyenangi pelajaran IPA sejak duduk di bangku kelas I. Bagi saya pelajaran IPA begitu mudah untuk dipelajari. Sehingga ketika guru menerangkan, saya langsung mengerti,” kata Tasya, kepada Maduranet.com, Sabtu (1/8/2026).
Dikatakan, ia mulai mengikuti berbagai lomba IPA sejak kelas II di tingkat kabupaten dan Madura. Ia meraih juara III, juara II dan juara I. Dan bila mana akan mengikuti lomba tak ada persiapan khusus. Hanya saja ia dalam belajar disiplin tiap malam, selama 1 jam, mulai pukul 20.00 – 21.00. Kadang belajar sendirian di kamarnya, kadang pula ditemani ibunya.
Menurut Tasya, yang memiliki hobi membaca ini, ingin meningkatkan prestasinya untuk mengikuti lomba tingkat nasional. Kegiatan sehari-harinya, pulang sekolah istirahat sebentar lalu berangkat sekolah madrasah. Malam harinya, usai maghrib pergi mengaji. Kemudian di hari Minggu ia mengikuti kegiatan drumband di sekolahnya dan bimbingan les.
Sementara Keyra Queensa Awrora M, juga mengaku senang saat dirinya dinyatakan meraih juara 2, Bahasa Inggris tingkat Provinsi Jatim, yang digelar di Surabaya.
Key, panggilan putri dari pasangan suami istri Jufri dan Ima Tri Astutik, sudah mencintai Bahasa Inggris sejak kelas I, karena kebetulan mulai kelas I, mata pelajaran Bahasa Inggris ini sudah diajarkan di sekolahnya.
Untuk memudahkan dirinya memperdalam Bahasa Inggris, selain aktif banyak menghafal kosa kata Bahasa Inggris, juga sering nonton film di layar kaca yang bahasa Inggris tanpa melihat teks terjemahannya, ia sudah mengerti.
“Bagi saya, Bahasa Inggris ini mudah dan gampang dipelajari. Cukup membaca dan dipahami artinya sudah hafal di luar kepala. Malah, menurut saya, masih lebih sulit Bahasa Daerah (Bahasa Madura) dari pada Bahasa Inggris,” kata Key, yang mengaku menyukai nasi goreng, sebagai makanan favoritnya.
Kepala SDN Lawangan Daya 2, Mohammad Hairi, menyatakan merasa bangga atas prestasi yang diraih kedua siswanya dalam ajang lomba sains dan Bahasa Inggris tingkat provinsi. Karena selain mengangkat derajat kedua orang tuanya, juga menaikkan citra baik nama sekolah dan mengharumkan nama baik Pamekasan.













