PAMEKASAN, MADURANET — Bupati Pamekasan Kholilurrahman menyampaikan pentingnya penguatan sektor pendidikan sebagai bagian dari perjuangan Nahdlatul Ulama (NU) dalam membangun umat dan bangsa. Ia menilai, pengurus NU tidak cukup hanya berperan secara struktural, tetapi juga harus menjadi pejuang yang menyiapkan generasi masa depan melalui pendidikan.
Pesan tersebut disampaikan Kholilurrahman saat menghadiri Istighatsah dalam rangka peringatan Isra Mikraj dan Harlah NU ke-103 yang digelar PCNU Pamekasan dengan tema “Memperkokoh Jam’iyah, Mempererat Ukhuwah Nahdliyah”, Senin (5/1/2026).
“Ingat, pengurus NU Pamekasan bukan hanya jadi pengurus, tapi harus menjadi pejuang,” kata Kholilurrahman yang juga menjabat sebagai Mustasyar PCNU Pamekasan.
Ia mengutip pesan pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari, bahwa siapa yang mau mengurusi NU, akan diakui sebagai santrinya. Menurut Kholilurrahman, pesan tersebut menegaskan bahwa pengurus NU tidak bisa dilepaskan dari perjuangan.
Bupati menilai, kisah perjuangan para ulama dan orang-orang saleh perlu terus disampaikan agar menjadi motivasi spiritual dan moral bagi generasi muda NU.
“Ketika kita sering mendengar kisah perjuangan orang-orang saleh, itu akan menggerakkan ruhani kita. Dari situ bisa datang keberkahan dari Allah,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kholilurrahman juga menyatakan komitmennya untuk mengupayakan program beasiswa bagi kader dan peserta didik di lingkungan pendidikan NU.
“Tidak usah khawatir soal beasiswa untuk anak didik NU. Saya akan berusaha untuk memperjuangkannya,” kata Kholilurrahman.
Sementara itu, Penjabat Ketua PCNU Pamekasan, Muchlis Natsir, menjelaskan bahwa kegiatan istighatsah kali ini digelar secara khusus untuk internal NU, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang bersifat terbuka untuk umum.
“Kegiatan ini dilaksanakan atas rekomendasi para sesepuh ulama NU di Pamekasan,” ujar Muchlis.
Menurut Muchlis, PCNU Pamekasan saat ini tengah menaruh perhatian serius pada program pendidikan yang bersifat mendesak namun berkelanjutan. Salah satu persoalan yang disoroti adalah minimnya jumlah peserta didik di lembaga pendidikan berbasis NU di Pamekasan.
Untuk menjawab persoalan tersebut, PCNU Pamekasan meminta setiap Majelis Wakil Cabang (MWC) NU di tingkat kecamatan mendelegasikan satu hingga dua kader untuk dididik secara khusus.
“Mereka akan dipondokkan di PCNU untuk dibekali pendidikan ke NU-an, wawasan kebangsaan, kedisiplinan, dan ilmu umum lainnya,” kata Muchlis.
Ia berharap, para kader tersebut nantinya dapat melanjutkan pendidikan ke kampus-kampus besar dan menjadi figur NU yang berkontribusi luas bagi umat dan bangsa.
“Dari proses itu, kami ingin mencetak kader NU yang besar dan menjadi kebanggaan jam’iyah,” pungkas Muchlis.













