PAMEKASAN, MADURANET – Aksi protes mewarnai lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, setelah sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Republik Mahasiswa UIN Madura menyegel pintu gedung rektorat, Jumat (22/8/2025).
Aksi ini dipicu oleh kekecewaan terhadap kebijakan rektor terkait Pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK). Massa menilai SK Rektor yang mengatur PBAK dinilai bermasalah dan tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.
Ainul Yaqin, selaku koordinator lapangan (Korlap), menyampaikan kekecewaannya karena hingga siang hari rektor tidak menemui massa aksi.
“Saya selaku korlap aksi merasa sangat kecewa kepada Rektor UIN Madura karena sampai jam segini tidak menemui massa aksi. Kami merasa tidak dihargai karena beliau lebih mementingkan ketemu tamu daripada mendengarkan aspirasi mahasiswa,” tegas Ainul.
Menurut Ainul, Rektor sebelumnya berjanji akan menemui massa aksi pada pukul 14.00 WIB. Namun hingga berita ini diturunkan, mahasiswa tetap menunggu kepastian pertemuan tersebut.
Dalam aksi ini, Korlap menyampaikan empat tuntutan utama, yaitu: Membekukan SK Rektor yang dinilai tidak sesuai aturan, menolak SK Rektor terkait PBAK yang dianggap bertentangan dengan SK Dirjen Pendis No. 4962 Tahun 2016 yang mengamanatkan keterlibatan DEMA/SEMA dalam kepanitiaan.
“Kami juga mendesak penyelesaian Pemilwa sebelum PBAK dilaksanakan, juga meminta transparansi anggaran PBAK, mulai dari sumber dana, alokasi, hingga laporan pertanggungjawaban,“ tambahnya.
Ainul menyatakan bahwa akar persoalan terletak pada SK Rektor yang memberikan mandat pelaksanaan PBAK kepada unit birokrasi dan UKK/UKM, bukan kepada lembaga representasi mahasiswa.
“Hal ini memicu gejolak karena mandat tersebut tidak sesuai porsi dan tugasnya,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor III UIN Madura, Muhammad Ali Humaidi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir.
“Maaf, saya sedang ada acara keluarga di Sumenep,” singkatnya.
Hingga saat ini, massa aksi masih bertahan di depan gedung rektorat sambil menunggu kejelasan apakah rektor akan menemui mereka.













