PAMEKASAN, MADURANET – Bupati Kholilurrahman menyoroti belum adanya pasar yang representatif di Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Padahal, keberadaan pasar dinilai penting untuk menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Hal itu disampaikan Kholilurrahman saat kegiatan Safari Ramadhan di Pendopo Kecamatan Pademawu, Selasa (10/3/2026).
Menurut dia, tingkat keramaian suatu tempat dapat menjadi indikator hidup atau tidaknya aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
“Sesaknya aktivitas dari suatu tempat menandakan perekonomiannya hidup. Pasar kalau ramai berarti ekonominya hidup. Rumah sakit juga kalau ramai berarti pelayanannya bagus,” kata Kholilurrahman.
Ia mengaku hingga kini belum mengetahui secara jelas keberadaan pasar yang menjadi pusat aktivitas ekonomi di Pademawu. Selama ini, yang ia ketahui hanya Pasar Mongging di Desa Pademawu Timur.
“Di Pademawu ini saya belum pernah dengar di mana pasarnya. Yang ada hanya Pasar Mongging di Desa Pademawu Timur,” ujarnya.
Kholilurrahman kemudian membandingkan dengan beberapa kecamatan lain di Pamekasan yang aktivitas pasarnya berkembang pesat karena didukung akses jalan yang baik.
Ia mencontohkan Kecamatan Palengaan, Kecamatan Pegantenan dan Kecamatan Larangan yang kini semakin ramai setelah konektivitas jalannya terhubung dari wilayah utara hingga selatan.
“Kita bisa mencontoh daerah seperti Palengaan dan Larangan. Karena sekarang jalannya sudah tersambung dari utara, dari Pakong, dan selatannya bisa lewat sana. Itu membuat pasar dan tempat usaha di sana semakin ramai,” kata dia.
Karena itu, ia berharap ke depan muncul pusat keramaian ekonomi baru di Pademawu yang dapat menggerakkan kegiatan perdagangan masyarakat.
Terlebih, menurut dia, Pademawu dikenal sebagai salah satu kecamatan dengan jumlah sarjana yang cukup banyak dan menjadi salah satu pusat pendidikan setelah wilayah kota Pamekasan.
“Pademawu ini dikenal kecamatan pendidikan kedua setelah kota. Karena itu saya berharap ke depan ada keramaian yang bisa menghidupkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Pademawu dalam kesempatan yang sama melaporkan bahwa kondisi keamanan dan pelayanan publik di wilayahnya berjalan dengan baik dan kondusif.
Ia juga menyampaikan bahwa Kecamatan Pademawu menjadi penyumbang penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) terbesar di Kabupaten Pamekasan.
“Walaupun realisasinya masih sekitar 85 persen, Kecamatan Pademawu menjadi penyetor PBB terbesar di Kabupaten Pamekasan,” katanya.













