PAMEKASAN, MADURANET – Tanaman tembakau petani di sejumlah kecamatan di Pamekasan, sudah memasuki masa panen. Bahkan, ada sebagian yang selesai panen. Mereka mulai resah keresahan karena belum ada pengusaha mau memulai untuk melakukan pembelian tembakau.
Salah satu petani asal Desa Larangan Luar, Kecamatan Larangan, Sukardi, mengatakan, tembakau miliknya seminggu lagi sudah akan dipanen. Namun, sampai saat ini belum ada informasi kapan dan dimana saja gudang yang akan buka untuk melakukan pembelian temabakau.
“Sampai sekarang belum ada desas-desus gudang mana yang akan membeli temabakau. Padahal sudah banyak petani yang akan panen,” terang Sukardi, Senin (28/7/2025).
Tembakau Sukardi termasuk yang selamat dari gempuran hujan di awal-awal tanam pada bulan April 2025. Saat itu, intensitas hujan masih sangat tinggi, sehingga banyak tembakau petani yang mati karena terendam banjir.
“Punya saya alhamdulillah tidak mati meskipun beberapa kali terendam banjir. Namun, saya juga beberapa kali harus menanam kembali untuk tembakau yang mati,” kata Sukardi.
Bahkan, dalam ingatan Sukardi, dirinya sampai empat kali menanami ulang tembakau yang mati akibat terendam banjir. Untungnya, harga bibit tembakau tidak semahal ketika pertama kali menanam.
“Kalau di awal, harga bibit mencapai Rp 70.000 pers seribu batang. Belakangan karena banyak tembakau petani mati, harga bibit turun menjadi Rp 30.000,” imbuhnya.
Menururt Sukardi, jika harga tembakau tahun ini di bawah Rp 60.000, maka petani tidak akan untung mengingat durasi tanam mereka sampai berkali-kali. Bahkan ada petani yang sudah rugi sebelum panen. Seperti petani yang putus asa akibat beberapa kali tembakaunya terendam banjir, tembakaunya tumbuh tidak sehat sehingga memilih untuk tidak melanjutkan menanam.
“Harapan kami, harga tembakau tahun ini di atas Rp 60.000 jika petani ingin untung,” ungkapnya.
Pengusaha tembakau Haji Khairul Umam sudah merencanakan untuk mulai melakukan pembelian tembakau pada pertengahan Agustus mendatang. Namun dirinya belum memastikan tanggal dimulainya pembelian tersebut.
“Insya Allah pertengahan Agustus gudang Bawang Mas akan buka untuk pembelian tembakau,” terang Haji Her, panggilan akrab Khairul Umam.
Haji Her belum bisa mematok harga pembelian tembakau. Sebab tahun ini cuaca mudah berubah. Bahkan ada yang menyebut sebagai kemarau basah. Hal itu akan berdampak kepada kaulitas tembakau itu sendiri.
“Berdoa saja para petani agar cuacanya bagus karena itu berdampak kepada kualitas dan harga tembakau. Yang pasti, Bawang Mas akan berusaha untuk membeli tembakau petani dengan tanpa merugikan petani,” ujar Haji Her.













