PAMEKASAN, MADURANET – Antrian kendaraan roda empat, terlihat di sejumlah SPBU di Kabupaten Pamekasan sejak Senin (22/12/2025) sampai hari ini Selasa (23/12/2025). Antrian itu didominasi oleh kendaraan yang hendak mengisi bahan bakar jenis solar.
Seperti di SPBU Jalan Raya Trunojoyo Desa Kangenan, Kecamatan Pamekasan. Antrian kendaraan mencapai 100 meter. Antrian terjadi sejak pagi sampai sore. Antrian itu disebabkan tidak adanya solar, namun masyarakat tetap menunggu karena kondisi tanki mereka sudah hampir kosong.
“Saya hendak mengirim LPG ke pelanggan, namun karena solar sudah mau habis terpaksa harus antri sampai nanti SPBU dapat kiriman,” ujar Ridwan, salah satu pemilik pangkalan LPG.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi menjelaskan, stok BBM jenis solar di Kabupaten Pamekasan sudah menipis. Sampai tanggal 18 Desember 2025 kemarin sudah tersisa 2 persen dari stok yang tersedia.
“Karena sudah akhir tahun, stok Solar untuk Kabupaten Pamekasan sudah menipis. Catatan kami sampai 18 Desember kemarin, sudah tersisa 2 persen,” ujar Ahad, Selasa (23/12/2025).
Ahad menambahkan, karena stok untuk Pamekasan sudah menipis, Pertamina tidak langsung menambahkan stok. Sebab solar merupakan barang subsidi yang keuangannya sudah dihitung oleh pemerintah.
“Jika Pemkab membutuhkan tambahan stok Solar, maka harus mengajukan kepada pemerintah. Jika disetujui, maka kami siap untuk menambah karena stok kami selalu tersedia di terminal,” imbuhnya.
Menurut Ahad, masyarakat yang membutuhkan BBM jenis solar, bisa beralih ke non subsidi berupa Dexlite. Dexlite selalu tersedia di semua SPBU.
“Alternatif untuk kendaraan diesel ada Dexlite non subsidi. Silahkan masyarakat memanfaatkannya,” ungkapnya.













