• Terkini
  • Trending
  • Semua

Aktivis Peduli Kemanusiaan Rusak Papan Nama DPRD saat Demo UHC

8 bulan lalu

626 KPM PKH di Pamekasan Belum Cairkan Bantuan

14 jam lalu

Brebes Studi Banding ke Pamekasan, Program Pendidikan Jadi Rujukan Daerah

15 jam lalu

Tahun Ini Buruh Tani Tembakau Kecipratan BLT DBHCHT Lagi

20 jam lalu

Bupati Pamekasan Dorong Pejabat Baru Segera Tancap Gas

2 hari lalu

Warga di Pamekasan Setiap Hari Bingung Pertalite Akibat Pengiriman Lelet

2 hari lalu

Perputaran Uang Bazar Harkopnas Jatim di Pamekasan Tembus Rp 2 Miliar

2 hari lalu

Siswa SDN Lawangan Daya 2 Pamekasan, Raih Juara 1 dan 2 Show Your Talent Jawa Timur

2 hari lalu

Ceramah di IBS PKMKK Ustaz Abdul Somad Ulas Pesantren Sebagai Benteng Peradaban Islam di Dunia

3 hari lalu
Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Perketat Penggunaan Biosolar di Madura

Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus 2026

4 hari lalu

RSUD Smart Pamekasan Bertekad Pertahankan Reputasi Paripurna Usai Jalani Akreditasi

4 hari lalu

Bupati Pamekasan Minta Pejabat Baru Ciptakan Kerja Anti Mainstream

4 hari lalu

Inilah Daftar Lengkap 85 Pejabat Pemkab Pamekasan Dilantik dalam Mutasi Parsial

5 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Rabu, Agustus 5, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Hukum

Aktivis Peduli Kemanusiaan Rusak Papan Nama DPRD saat Demo UHC

Orator ancam jual papan nama dan lepas AC untuk biaya persalinan warga miskin

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
11 Desember 2025
in Hukum, Peristiwa
10 0
0

Sejumlah massa aksi melakukan perusakan papan nama di halaman gedung DPRD Pamekasan.

0
SHARES
103
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET — Aksi unjuk rasa menolak penghapusan 86 ribu jiwa dari data penerima Universal Health Coverage (UHC) di Pamekasan, Selasa (9/12/2025), berujung perusakan fasilitas gedung DPRD Pamekasan.

Sekitar 40 orang pendemo dengan mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Kemanusiaan, berkumpul di depan kantor dewan itu mencopot properti DPRD yang terbuat dari akrilik di halaman depan, setelah mendapat instruksi langsung dari orator aksi bernama Iwan.

“Buka! Saya akan jual dan timbang. Uangnya untuk biaya melahirkan dua ibu hamil yang tidak bisa berobat,” teriak Iwan melalui pengeras suara.

Selain itu, massa juga mengancam akan melucuti sejumlah pendingin ruangan (AC) milik DPRD sebagai bentuk protes atas kebijakan pemutusan UHC.

Korlap aksi, Dussalam Marhein, mengatakan kedatangan mereka merupakan bentuk kekecewaan terhadap Pemkab Pamekasan yang dianggap tidak transparan dalam menyampaikan alasan pencoretan ribuan peserta UHC.

“Kami tidak datang karena benci. Ini murni demi masyarakat yang kaget haknya diputus,” ujarnya.

Ia menilai tidak ada koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dengan DPRD dalam menjelaskan persoalan anggaran UHC. Massa bahkan berencana menggalang donasi untuk membantu pemerintah menutupi utang kepada BPJS yang disebut mencapai Rp 43 miliar.

Plh Sekda Pamekasan, Taufikurachman, menegaskan bantuan UHC masih bisa diakses warga yang memenuhi syarat sebagai masyarakat kurang mampu berdasarkan kategori Desil ekonomi 1 sampai 5.

Jika ada warga yang faktanya tidak mampu namun belum terdata, ia meminta agar segera dilaporkan untuk proses verifikasi ulang.

Kadinkes Pamekasan, Saifuddin, memastikan seluruh warga tetap dapat berobat di 21 Puskesmas untuk rawat jalan dan gawat darurat, meski belum aktif BPJS-nya.

”Sesuai SE Bupati, rawat jalan dan layanan gawat darurat di rumah sakit juga masih tersedia. Jika ingin rawat inap bisa melalui pembiayaan pemerintah provinsi yang tersedia di RSUD Moh. Noer Pamekasan,” jelasnya.

Pihaknya menerangkan, hal itu dilakukan guna mengatasi perubahan status UHC yang awalnya prioritas menjadi non prioritas.

Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Wahyu, menyatakan pihaknya tetap ingin seluruh warga miskin mendapatkan akses layanan kesehatan gratis.

DPRD juga menerima 200 data warga yang disampaikan oleh massa aksi dan akan memprosesnya lebih lanjut.

”Bawa kesini datanya, nanti saya akan bantu,” pinta wahyu.

Selain itu, Wahyu mengamini permintaan massa untuk membantu biaya persalinan dua ibu hamil yang menjadi permintaan massa aksi.

Tags: DPRD PamekasanPerusakan papan namaPLH Sekda PamekasanUHC Pamekasan
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version