• Terkini
  • Trending
  • Semua

Aktivis Peduli Kemanusiaan Rusak Papan Nama DPRD saat Demo UHC

6 bulan lalu
Jelang Kepulangan Jemaah Haji Pamekasan Ada yang Meninggal Dunia

Jelang Kepulangan Jemaah Haji Pamekasan Ada yang Meninggal Dunia

10 jam lalu
Harga Garam Naik 400 Ribu Tapi Petani Rugi

Petani Garam Minta HPP Garam Rp 1.700 Per Kilo

12 jam lalu

Bupati Sebut Pamekasan Economic Fest Jadi Model Kolaborasi Penggerak Ekonomi Masyarakat

17 jam lalu

Penyaluran Bantuan Pangan di Sumenep Capai 39,73 Persen, Bulog Kejar Sisa Target 200 Ribu Penerima

22 jam lalu

Pamekasan Raih Penghargaan dari BKN Terkait Digitalisasi Sistem Merit ASN

1 hari lalu

Bupati Pamekasan Akan Ajukan Perda Halal-Tourism

2 hari lalu

Pamekasan Targetkan Produksi Tembakau Berkualitas di Musim 2026

2 hari lalu

Bupati Pamekasan Dorong Pantai Jumiang Jadi Destinasi Wisata Halal dan Penggerak Ekonomi Masyarakat

3 hari lalu

Harga Beras dan Minyak Goreng di Pasar Kolpajung Ditemukan HET

3 hari lalu

Sebanyak 1.174 KK di Desa Ambat Tlanakan Terima Bantuan Pangan Bulog

4 hari lalu

Bupati Pamekasan Optimistis Persepam Melaju Mulus di Liga 4

4 hari lalu

Tundukkan Persipuncak Persepam Kokoh di Puncak Grup O Liga 4 Piala Presiden

4 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Kamis, Juni 11, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Hukum

Aktivis Peduli Kemanusiaan Rusak Papan Nama DPRD saat Demo UHC

Orator ancam jual papan nama dan lepas AC untuk biaya persalinan warga miskin

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
11 Desember 2025
in Hukum, Peristiwa
10 0
0

Sejumlah massa aksi melakukan perusakan papan nama di halaman gedung DPRD Pamekasan.

0
SHARES
103
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET — Aksi unjuk rasa menolak penghapusan 86 ribu jiwa dari data penerima Universal Health Coverage (UHC) di Pamekasan, Selasa (9/12/2025), berujung perusakan fasilitas gedung DPRD Pamekasan.

Sekitar 40 orang pendemo dengan mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Kemanusiaan, berkumpul di depan kantor dewan itu mencopot properti DPRD yang terbuat dari akrilik di halaman depan, setelah mendapat instruksi langsung dari orator aksi bernama Iwan.

“Buka! Saya akan jual dan timbang. Uangnya untuk biaya melahirkan dua ibu hamil yang tidak bisa berobat,” teriak Iwan melalui pengeras suara.

Selain itu, massa juga mengancam akan melucuti sejumlah pendingin ruangan (AC) milik DPRD sebagai bentuk protes atas kebijakan pemutusan UHC.

Korlap aksi, Dussalam Marhein, mengatakan kedatangan mereka merupakan bentuk kekecewaan terhadap Pemkab Pamekasan yang dianggap tidak transparan dalam menyampaikan alasan pencoretan ribuan peserta UHC.

“Kami tidak datang karena benci. Ini murni demi masyarakat yang kaget haknya diputus,” ujarnya.

Ia menilai tidak ada koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dengan DPRD dalam menjelaskan persoalan anggaran UHC. Massa bahkan berencana menggalang donasi untuk membantu pemerintah menutupi utang kepada BPJS yang disebut mencapai Rp 43 miliar.

Plh Sekda Pamekasan, Taufikurachman, menegaskan bantuan UHC masih bisa diakses warga yang memenuhi syarat sebagai masyarakat kurang mampu berdasarkan kategori Desil ekonomi 1 sampai 5.

Jika ada warga yang faktanya tidak mampu namun belum terdata, ia meminta agar segera dilaporkan untuk proses verifikasi ulang.

Kadinkes Pamekasan, Saifuddin, memastikan seluruh warga tetap dapat berobat di 21 Puskesmas untuk rawat jalan dan gawat darurat, meski belum aktif BPJS-nya.

”Sesuai SE Bupati, rawat jalan dan layanan gawat darurat di rumah sakit juga masih tersedia. Jika ingin rawat inap bisa melalui pembiayaan pemerintah provinsi yang tersedia di RSUD Moh. Noer Pamekasan,” jelasnya.

Pihaknya menerangkan, hal itu dilakukan guna mengatasi perubahan status UHC yang awalnya prioritas menjadi non prioritas.

Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Wahyu, menyatakan pihaknya tetap ingin seluruh warga miskin mendapatkan akses layanan kesehatan gratis.

DPRD juga menerima 200 data warga yang disampaikan oleh massa aksi dan akan memprosesnya lebih lanjut.

”Bawa kesini datanya, nanti saya akan bantu,” pinta wahyu.

Selain itu, Wahyu mengamini permintaan massa untuk membantu biaya persalinan dua ibu hamil yang menjadi permintaan massa aksi.

Tags: DPRD PamekasanPerusakan papan namaPLH Sekda PamekasanUHC Pamekasan
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version