PAMEKASAN, MADURA – Aisyah Ismail, perempuan asal Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan yang vidoenya viral karena marah-marah kepada satuan petugas pemberantasan rokok ilegal Kabupaten Pamekasan, tidak menyangka bahwa videonya akan viral di berbagai platform media sosial. Video tersebut disebarkan oleh salah satu sales rokok yang biasa memasok rokok ke tokonya.
Aisyah saat didatangi sejumlah media menjelaskan, awalnya video itu hanya dokumen pribadinya. Namun, ada salah satu sales rokok yang meminta untuk merekam video yang ada tersimpan di komputer tokonya. Permintaan itu disetujui oleh Aisyah dan sales rokok tersebut berjanji tidak akan menyebarkannya.
“Saya tidak tahu jika video itu akan disebarkan oleh sales rokok yang minta merekam video di toko saya. Janji dia tidak akan menyebarkannya. Tahunya sudah viral di Tiktok dan Facebook,” ujar Aisyah, Sabtu (11/10/2025).
Atas tersebarnya video tersebut, mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Arab Saudi ini mengaku dirugikan. Sebab, identitas dirinya tersebar dan pelaku yang menyebarkan sudah berjanji tidak akan menyebar video tersebut.
“Saya dirugikan karena nama saya tercemar setelah menyebut nama Haji Her dan Haji Sugik secara spontan dalam video itu. Padahal yang dibawa Satgas rokok merk Luffman dan Manchester,” ungkap Aisyah.
Terkait dengan penyebutan nama Haji Her dan Haji Sugik, Aisyah meminta maaf. Permintaan maaf sudah ditulis sendiri dalam selembar kertas yang ditandatangani sendiri oleh Aisyah. Dirinya menyebut nama Haji Her dan Haji Sugik secara spontan, karena ingin menyelamatkan rokok yang ada di tokonya agar tidakdibawa oleh Satgas.
“Saya mohon maaf kepada Haji Her dan Haji Sugik sudah membawa nama kalian. Semoga saya bisa bertemu langsung dengan mereka berdua,” kata Aisyah.
Menurut Aisyah, Haji Her dan Haji Sugik merupakan pengusaha tembakau sukses, yang banyak membantu petani di Madura. Bahkan keduanya banyak membantu orang miskin dan pembangunan pondok pesantren di Indonesia. Jika orang Madura kehilangan dua tokoh tersebut, menjadi kerugian besar bagi masyarakat Madura.
“Berkahnya Haji Her dan Haji Sugik, masyarakat dan petani sejahtera. Pedagang seperti saya kebagian berkah juga karena penjulan di toko juga berjalan lancar,” pungkasnya.













