Balita Doyan Coklat ‘Kacamata’ Warna-Warni di Pamekasan Meninggal Dunia

Hasil diagnosa Dinkes Pamekasan, tekanan gula darah si Balita lebih dari 400

Ilustrasi jajanan cokelat warna-warna yang menjadi kesukaan anak-anak

PAMEKASAN, MADURANET – Seorang bayi berusia 3 tahun di Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, meninggal dunia pada Ahad (7/9/2025). Balita ini, sehari-hari tidak lepas dari jajanan cokelat biji warna-warni berbungkus dalam bentuk kacamatan. Selain itu, Balita ini doyan minuman manis wara-warni.

Sebelum meninggal, Balita sempat dirawat di Puskesmas Batumarmar kurang lebih 5 jam. kondisinya sudah lemas, demam tinggi dan tidak bisa mengkonsumsi makanan meskipun sudah disuapi ibunya.

Karena kondisi kesehatannya semakin drop, dirujuk ke RS Smart Pamekasan pada pukul 15.00 WIB. Namun nyawanya tidak tertolong. Balita tersebut meninggal dunia pada pukul 19.00 WIB.

Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, mengambil sampel makanan yang sehari-hari menjadi kesukaannya untuk pendalaman kasusnya. Hasil diagnosa Dinkes, Balita tersebut tekanan gula darahnya mencapai 400 lebih. Hal itu diakibatkan karena dua hal. Pertama karena faktor gen dan kedua karena berlebihan mengkonsumsi gula.

“Diagnosa kami, Balita tersebut mengalami diabetes melitus tipe 1. Mungkin karena faktor keturunan atau karena tingginya mengkonsumsi gula dan berperilaku tidak sehat,” ujar Syaifuddin kepada Maduranet, Selasa (9/8/2025).

Mantan Kepala Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama Pamekasan ini menampik bahwa kematian Balita tersebut karena keracunan jajanan. Sebab hal itu membutuhkan investigasi. Jika karena faktor jajanan, kakak Balita tersebut tidak mengalamai hal yang sama.

“Belum pasti penyebab kematian karena keracunan. Namun, kami masih investigasi. Hasilnya, masih menunggu dua pekan lagi,” imbuh Syaifuddin.

Namun demikian, Syaifuddin mengimbau kepada orang tua dan guru di sekolah, agar memperhatikan jajanan yang dijual tanpa ijin edar yang bisa membahayakan terhadap kesehatan anak-anak. Jajanan saat ini, diproduksi semenarik mungkin dengan warna-warni agar anak-anak suka.

“Para orang tua dan guru di sekolah, jangan biarkan anak-anak makan dan minum-minuman yang tidak direkomendasikan. Kita butuh kewaspadaan bersama-sama,” ungkapnya.

Dinkes sendiri, bersama-sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pamekasan, akan melakukan operasi ke beberapa toko untuk mengecek makanan dan minuman yang tidak layak.

“Tindak lanjut kami, akan segera melakukan operasi makan dan minuman ke beberapa toko untuk mengantisipasinya beredarnya makanan yang tidak direkomendasikan kesehatan,” tandasnya.

Exit mobile version