PAMEKASAN, MADURANET – Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, mendapat kepercarayaan dari Menteri Pendidikan Dasar dan Kebudayaan Republik Indonesia Abdul Mu’ti dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, sebagai tuan rumah peringatan puncak Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) se-Jawa Timur. Acara ini akan dilaksanakan pada 24 Mei 2026 di Stadion Gelora Ratu Pamelingan(SGRP).
Bupati Pamekasan, Kholilurrahman mengatakan, puncak peringatan Hardiknas 2026 bukan sekadar sremonial belaka, namun sebagai pintu masuk dan pendorong semangat bahwa Pamekasan sebagai kota dan kabupaten pendidikan yang harus diingatkan kembali. Pendidikan di Pamekasan merosot selama satu dekade karena tidak lahir putra-putri terbaik dalam prestasi pendidikan.
Selain itu, setelah momentum tersebut akan segera dilakukan pembenahan sistem pendidikan, seperti kekurangan kepala sekolah, mulai tingkat SD sampai SMP akan segera diisi.
“Disdikbud ke depan harus betul-betul menyingsingkan lengan baju. Puncak hardiknas sebagai pembangkit dan terus bangkit. Saya tidak ingin hanya sampai di seremonial belaka, namun persoalan pendidikan harus betul-betul dituntaskan,” ujar Kholilurrahman usai memimpin rapat pada Rabu (13/5/2026).
Mantan anggota DPR RI ini menambahkan, selain pembenahan sistem, prestasi dan output anak didik harus terukur. Pamekasan pernah melahirkan putra terbaik dengan prestasi internasional, yaitu Andy Octavian Latif dan Ahmad Sohibul Maromi. Keduanya handal di bidang fisika internasional.
“Ke depan harus lahir Andy dan Sohibul Maromi baru agar semangat belajar anak-anak terus berkembang,” imbuhnya.
Kepala Disdikbud Pamekasan, Basri Julianto mengatakan, dalam acara puncak Hardiknas mendatang, akan dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kepala Disikbud se Jawa Timur, seluruh guru dan siswa mulai dari tingkat SD sampai SMA. Kurang lebih 35 ribu orang akan hadir dalam acara tersebut.
“Menteri akan solat subuh berjemaah di Pamekasan, kemudian lanjut senam bersama seluruh siswa dan guru. Dijadwalkan juga akan ada bincang santai antara Menteri dengan guru dan siswa,” ujar Basri.
Selai itu, akan dihadirkan pula 10 siswa/siswi TK dan guru terbaik, 10 siswa/siswi dan guru SD terbaik, 5 siswa/siswi dan guru SMP terbaik.
