PAMEKASAN, MADURANET – Harga tembakau di Desa Kaljen, Desa Dempo Timur, Pasean, Kabupaten Pamekasan, masih tergolong rendah. Sejumlah petani mengaku hasil panen mereka hanya dihargai Rp 31.000 hingga Rp 40.000 per kilogram. Bahkan hanya satu orang yang berhasil menjual dengan harga Rp50.000.
Khairul Efendi (26), petani asal Desa Kaljen, Dempo Timur, menjelaskan harga rendah tersebut dipicu oleh kualitas tembakau yang masih berasal dari daun bawah.
“Yang kemarin ini untuk yang dipanen masih daun bawah, secara kualitas juga kurang bagus,” ujarnya, Sabtu (16/8/2025).
Ia memaparkan, para petani memilih menahan tembakau dengan kualitas lebih baik untuk menunggu momentum tanggal 17 Agustus, sesuai dengan imbauan pengusaha tembakau Haji Khairul Umam atau Haji Her. Dalam video yang beredar, Haji Her menyatakan siap membeli tembakau dengan harga tinggi.
“Kalau tembakau teggal atau persawahan saya beli Rp 50.00–Rp 65.000. Kalau tembakau gunung, Rp 50.000–Rp 75.000, selama uang saya masih ada,” tegas Haji Her dalam vidio yang sempat viral.
Rapik (41), petani di wilayah yang sama, mengaku kesulitan menjual langsung ke gudang besar karena tidak memiliki akses.
“Kami sudah dengar kabar harga di Haji Her lebih mahal, tapi tidak tahu caranya menjual langsung. Jadi mayoritas petani hanya menunggu pedagang atau tengkulak datang menawar tembakau,” ungkapnya.
Wilayah Dempo Timur sendiri dikenal sebagai daerah penghasil tembakau gunung.
“Tembakau kami tembakau gunung, ada juga yang persawahan tapi itu tanah milik desa dan jumlahnya sedikit,” tambah Rapik.
Para petani berharap janji Haji Her bisa menjadi solusi agar harga tembakau lebih stabil dan menguntungkan petani.
“Kami hanya bisa menggantungkan harapan terhadap pengusaha besar seperti Haji Her dan pemerintah,” pungkas Rapik.













