PAMEKASAN, MADURANET – Ajang pencarian bakat Dangdut Akademi (DA)8 stasiun TV Indosiar, sudah digelar. Dari 42 peserta pria dan wanita dari berbagai daerah yang dinyatakan lolos final audisi, kini para kontestan telah menuju Top 37, yang dibagi dalam 4 grup. Karena 5 peserta terpaksa tereliminasi, tidak bisa melanjutkan ke babak selanjutnya.
Empat peserta DA8 dari Madura lolos final audisi dan masih berjuang untuk menuju ke top selanjutnya yakni, M Kadhafi, Bangkalan. Danil Handika, Sumenep. Ari Adriansyah dan Sahwan, keduanya dari Sampang. Sementara, Indra Hidayat, Pamekasan, sudah lebih dulu pulang, karena tidak lolos final audisi.
Begitu ketatnya persaingan, dalam penampilannya di atas panggung studio 5 Indosiar yang disiarkan langsung, para kontestan berusaha maksimal menunjukkan kemampuannya dalam membawakan setiap lagu. Mereka berupaya untuk meyakinkan ketiga juri dan ingin menarik simpati pendukungnya, jika mereka pantas dan layak untuk melangkah ke babak berikutnya, termasuk empat kontestan dari Madura.
Dari beberapa lagu yang dibawakan Kadhafi, Danil, Sahwan dan Ari, mendapat standing ovation (SO), yakni, sikap berdiri yang diberikan para juri, sebagai bentuk apresiasi, jika penampilan peserta sangat memukau, luar biasa, atau sempurna. Dan setiap masing-masing keempat peserta dari Madura tampil, suara dan tepuk tangan penonton berikut pendukungnya di dalam studio bergemuruh. Bahkan, Lesti Kejora, salah satu juri terpukau dan mengakui, kualitas suaranya bagus.
“Kenapa ya kalau orang Madura menyanyi suaranya bagus-bagus. Rata-rata karakter suaranya bagus,” kata Lesti Kejora, ketika memberikan komentar pada penampilan Sahwan Sampang. Yang kemudian penilaian Lesti ini, diamini host Gilang Dirga dan Rina Nose.
Walau perform keempatnya saat ini selalu mendapat pujian dari para juri, termasuk beragam komentar positif netizen, namun sebagian warga Pamekasan, terutama pecinta musik dangdut memiliki pandangan pesimis terhadap keempatnya nanti akan melenggang mulus, hingga masuk grand final DA8.
Menurut Sofyan, warga Pamekasan, yang nyaris tidak pernah melewatkan nonton DA8 lewat layar kaca, beratnya perjuangan keempat peserta ini untuk terus mencapai puncak ajang bergengsi ini, mengingat terdapat beberapa peserta yang lain, memiliki kualitas suara mumpuni dan bertalenta mampu memainkan alat musik, yang disuguhkan saat tampil.
Selain itu kata Sofyan, pada DA8 ini, bila sudah memasuki 10 besar, pihak Indosiar masih tetap memberlakukan Virtual Gift (VG), yaitu bentuk dukungan digital, yang bisa dikirim penonton kepada peserta favorit melalui platform streaming video dan dukungan berupa D’ Bos senilai Rp 11 juta dan D’ Sultan senilai Rp 88 juta. Maka yang paling tinggi besarnya VG dari pendukungnya, langsung dinyatakan lolos ke babak berikutnya.
Sofyan menilai, sementara para owner perusahaan dan sejumlah sultan Madura, saat ini kecil kemungkinannya memberikan dukungan VG kepada keempat peserta dari Madura. Walau sebelumnya mereka berlomba-lomba mengeluarkan biaya secara besar-besaran mendukung Ahmad Valen Akbar, saat berkompetisi di DA7 dalam bentuk D’Bos dan D’Sultan.
“Kenapa di saat Valen berkompetisi banjir dukungan dari para pengusaha dan para sultan. Selain Valen layak untuk juara satu karena suaranya dan bertalenta, juga kala itu Valen merupakan satu-satunya kontestan yang bukan hanya mewakili Madura, tapi mewakili peserta dari Jawa Timur. Sehingga wajar, jika Valen dapat dukungan besar dari para sultan dan sejumlah artis Jawa Timur. Sedang di DA8 terdapat empat empat peserta dari Madura,” ujar Sofyan, kepada Maduranet.com, Senin (10/8/2026).
Apa yang dipaparkan Sofyan cukup beralasan. Beberapa waktu lalu, Risma Catering Makkah, dalam akun tiktok nya berulangkali menyatakan, sebagai warga Madura, dirinya tetap memberikan dukungan kepada peserta DA8 dari Madura. Namun, bentuk dukungannya, bukan lagi mengirim VG D’Bos maupun D’Sultan, melainkan dukungan semangat dan doa.
