PAMEKASAN, MADURANET – Dewan Kesenian Pamekasan (DKP), akan menggelar festival budaya selama sepekan, guna memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Pamekasan ke 496.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 25–31 Oktober itu, mengusung kekayaan budaya lokal, mulai dari garam, tembakau, batik, hingga kuliner khas Madura.
Rencana tersebut disampaikan Ketua DKP Arief Wibisono saat bersilaturahmi dengan Bupati Pamekasan Kholilurrahman, di Pringgitan Dalam Pendopo Ronggosukowati, Kamis (24/9/2026).
“Festival akan menghadirkan pameran batik, keris, akik, ramuan Madura, garam, tembakau, serta pameran buku tentang Pamekasan. Pameran buku ini diinisiasi oleh Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP), pak Bupati,” paparnya.
Selain pameran, lanjut Arif, masyarakat juga akan disuguhi bazar kuliner khas Pamekasan, seperti aneka rujak, keripik tette, dan keripik tangguk. DKP turut menggelar berbagai lomba, di antaranya menyanyi lagu Madura, puisi berbahasa Madura, tari saman, membatik, mewarnai batik, hingga fashion batik untuk kalangan pelajar.
“Kami bergotong royong memeriahkan hari jadi karena kebudayaan adalah jati diri dan identitas masyarakat yang harus dikuatkan, dikembangkan, dilindungi, dimanfaatkan, dan dibina,” kata Arief.
Arief mengatakan festival tersebut melibatkan berbagai organisasi, mulai dari komunitas UMKM, penghobi bonsai, organisasi motor, hingga insan pers. Menurut dia, kolaborasi itu menjadi cara mengangkat kearifan lokal sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Pamekasan kepada masyarakat.
Bupati Kholilurrahman menyambut baik inisiatif DKP. Pihaknya menegaskan, pemerintah memang memberi perhatian besar terhadap pengembangan seni, budaya, dan olahraga.
Menurut dia, ketiga sektor itu harus menjadi kekuatan daerah di tengah tantangan fiskal akibat berkurangnya transfer anggaran dari pemerintah pusat.
“Kita harus bersandar pada kekuatan sendiri, tidak menggantungkan nasib 100 persen ke Jakarta. Tiga hal yang terus kita dorong adalah olahraga, seni, dan budaya agar Pamekasan memiliki identitas sekaligus menjadi magnet wisata,” pungkas Kholilurrahman.
