PAMEKASAN, MADURANET – Dewan Kesenian Pamekasan (DKP) meluncurkan program mingguan, bertajuk Kota Bicara sebagai upaya menghidupkan kembali geliat seni dan budaya di Kabupaten Pamekasan.
Kegiatan perdana tersebut digelar di depan Kantor DKP, Jalan Trunojoyo, Kelurahan Patemon, Pamekasan, Jumat malam (24/7/2026), dengan menghadirkan pertunjukan seni dan diskusi yang melibatkan seniman, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
Ketua Dewan Kesenian Pamekasan, Arief Wibisono, mengatakan program tersebut menjadi langkah awal DKP, untuk mengembalikan peran kesenian dan kebudayaan sebagai ruang ekspresi masyarakat.
“Ini merupakan pelecut awal dari komitmen DKP dalam menghidupkan kembali ruh kesenian dan kebudayaan di Kabupaten Pamekasan,” kata Arief.
Ia mengatakan, melalui Kota Bicara, DKP ingin mengajak para pegiat seni dan generasi Z agar lebih dekat dengan dunia seni dan budaya. Salah satunya dengan menggelar pertunjukan, dari berbagai komunitas seni, serta diskusi terbuka sebagai ruang bertukar gagasan antarseniman.
“Kami sengaja menghadirkan diskusi agar mengetahui apa yang menjadi keinginan dan harapan para pemuda terhadap perkembangan seni dan budaya di Pamekasan,” ujarnya.
Arief menuturkan, program tersebut juga bertujuan mempromosikan kesenian dan kebudayaan Pamekasan kepada masyarakat, yang akan digelar secara rutin sebagai kegiatan mingguan DKP.
“Kami ingin memberikan wadah bagi para seniman dan generasi Z untuk mengambil peran dalam mengembangkan seni dan budaya di Pamekasan,” katanya.
Menurut Arief, seluruh penyelenggaraan kegiatan dilakukan secara mandiri melalui semangat gotong royong pengurus DKP.
“Mulai dari konsumsi hingga perlengkapan kami siapkan secara swadaya oleh pengurus DKP,” ujarnya.
Salah seorang peserta, Shukri, mahasiswa semester lima Universitas Al-Khairat, mengapresiasi program tersebut karena memberikan ruang bagi anak muda untuk berekspresi.
“Ini menjadi ruang berekspresi, berdiskusi, sekaligus bersilaturahmi dengan para seniman senior,” kata Shukri.
Menurut dia, keberadaan ruang seni seperti itu penting untuk menjaga identitas daerah.
“Negara tanpa budaya akan kehilangan identitas. Melalui seni, cara berpikir kita juga menjadi lebih luwes,” ujarnya.
Shukri berharap hidupnya kembali aktivitas DKP dapat menjadi ruang bagi mahasiswa dan generasi muda untuk menyampaikan gagasan serta berkontribusi terhadap perkembangan Kabupaten Pamekasan melalui seni dan budaya.
