• Terkini
  • Trending
  • Semua
Ketika Kiai Kalebun dan Pengusaha Lebur dalam Tarian Saman dan Untaian Macapat

Ketika Kiai Kalebun dan Pengusaha Lebur dalam Tarian Saman dan Untaian Macapat

6 bulan lalu
Nilai SPI Pamekasan 79,4, Inspektorat Soroti Pengawasan Internal dan Sosialisasi Antikorupsi

Nilai SPI Pamekasan 79,4, Inspektorat Soroti Pengawasan Internal dan Sosialisasi Antikorupsi

11 jam lalu

Bupati Pamekasan Kholilurrahman: Santri Harus Paham Politik

11 jam lalu

14 Siswa Pamekasan Raih Juara Festival Tunas Bahasa Ibu Jawa Timur 2026

1 hari lalu

Guru MDT di Sumenep Mengaku Insentif Rp 1,48 Juta Dipotong, Kepala Madrasah Janji Kembalikan

1 hari lalu

Dari Jihad Kemerdekaan Menuju Jihad Digital

1 hari lalu

BULOG Madura Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak di Dua Kabupaten

1 hari lalu

Hadapi Kemarau Ekstrim Santri IBS PKMKK Menggelar Salat Istisqa

1 hari lalu

Polisi dan Satpol PP Pamekasan Patroli Enam Tempat Karaoke, Segel Masih Utuh

2 hari lalu

IBS PKMKK Pamekasan Kembangkan Kurikulum Al-Muwahhid, Padukan Tauhid dan Teknologi

2 hari lalu
Haji Her Terpana Puisi Siswi SDN Kowel 3 hingga Berbuah Sumbangan Pembangunan Gedung

Haji Her Terpana Puisi Siswi SDN Kowel 3 hingga Berbuah Sumbangan Pembangunan Gedung

2 hari lalu

Warung Makan di Lahan KAI Pamekasan Hanya Ditutup Sementara

2 hari lalu

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Bupati Pamekasan Minta Pembangunan Daerah Jadi Perhatian

2 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Jumat, Oktober 23, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Budaya

Ketika Kiai Kalebun dan Pengusaha Lebur dalam Tarian Saman dan Untaian Macapat

Melalui kebudayaan bisa terjalin komunikasi yang baik antar elemen masyarakat

oleh Joni Pranata
18 April 2026
in Budaya
10 1
0
Ketika Kiai Kalebun dan Pengusaha Lebur dalam Tarian Saman dan Untaian Macapat
0
SHARES
106
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Puluhan kepala desa di Kabupaten Pamekasan, bersama beberapa ulamq, pengusaha, hadir dalam pagelaran Macapat dan Tarian Saman di monumen Arek Lancor, Jumat (17/4). Kegiatan tersebut digagas kiai muda, Lora Abbas Muhammad Rofi’i.

Lora Abbas menjelaskan, acara tersebut dirancang sebagai ruang kolaborasi. Kegiatan itu merupakan hasil musyawarah bersama sejumlah pihak, termasuk pengusaha tembakau dan para kepala desa.

Menurutnya, pertemuan dalam suasana nonformal dapat memperkuat komunikasi dan membuka peluang kerja sama.

“Kalau mereka sering bertemu dalam suasana seperti ini, komunikasi akan lebih cair. Dari situlah kolaborasi bisa terbangun,” ujarnya.

Dia menambahkan, kegiatan tersebut telah direncanakan sebelumnya bersama perwakilan kades, pengusaha, dan Panji Hitam. Meski penentuan waktu dilakukan secara mendadak, acara tetap berjalan lancar.

“Ini adalah acara kita bersama. Meski waktunya ditentukan mendadak, alhamdulillah berjalan lancar. Kita berkumpul dan berpisah karena Allah, tidak membahas politik atau kepentingan apapun,” tegasnya.

Pendekatan budaya dipilih karena dinilai lebih membumi sekaligus sebagai upaya menjaga tradisi agar tetap lestari.

“Budaya ini milik kita bersama. Harapannya bisa menjadi pengikat kebersamaan untuk membangun Pamekasan,” tuturnya.

Ketua panitia Farid Afandi menyampaikan, kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi lintas elemen sekaligus mendorong perbaikan Pamekasan ke depan.

Selain itu, pihaknya ingin menghidupkan kembali budaya lokal seperti Macapat Samman yang mulai jarang ditampilkan.

“Kami ingin mempererat silaturahmi sekaligus menghidupkan kembali budaya yang mulai jarang ditampilkan,” ujarnya.

Farid berharap kegiatan ini bisa digelar rutin setiap dua bulan secara bergiliran di setiap kecamatan.

Perwakilan kepala desa, Pahrianto, menilai kekompakan menjadi kunci dalam menghadapi persoalan di tingkat desa.

“Kalau kades kompak, saya yakin semua bisa dilewati,” katanya.

Dia juga menyinggung makna simbolik busana sakera merah putih yang dikenakan sebagai lambang keberanian dan keikhlasan untuk memperkuat soliditas.

Sementara itu, pengusaha tembakau Khairul Umam atau Haji Her menekankan pentingnya sinergi antara pengusaha, ulama, dan kepala desa dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah.

“Kami hanya berpesan, jangan ada pertengkaran. Kalau semua rukun, pembangunan akan lebih mudah,” tegasnya.

Kegiatan tersebut ditutup dengan pembacaan salawat nariyah oleh Ketua PCNU Pamekasan KH Muchlis Nasir, dilanjutkan doa oleh KH Abdul Majid Muddatstsir.

Tags: Arek LancorBudayaKadesKalebunKiaiMacapatMacopatPamekasanPengusahaSamanSammanTembakau
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Joni Pranata

Joni Pranata

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version