PAMEKASAN, MADURANET – Bupati Pamekasan Kholilurrahman menerima kunjungan Konsul Jenderal (Konjen) Australia di Surabaya, Glen Askew, di Pringgitan Dalam Mandhapa Agung Pendopo Ronggosukowati Rumah Dinas Bupati, Jumat (23/1/2026).
Dalam kunjungan itu, Glen Askew didampingi staf Diplomatik Publik Konsulat Jenderal Australia Surabaya, Hafiz Al Asad, serta dua staf lainnya. Serta turut hadir mendampingi bupati, Sekretaris Daerah Kabupaten Pamekasan Taufikurrachman dan Kepala Satpol PP Pamekasan Yusuf.
Glen Askew menjelaskan, kunjungannya ke Pamekasan merupakan bagian dari agenda perkenalan ke sejumlah kabupaten di Jawa Timur dan Jawa Tengah sejak dirinya menjabat sebagai Konjen Australia di Surabaya pada tahun lalu.
“Kunjungan ini kami sebut sebagai kunjungan kehormatan. Karena saya baru menjabat sejak tahun lalu, maka perlu memperkenalkan diri ke pemerintah daerah,” kata Glen Askew, saat ditemui usai kegiatan.
Pejabat karier di Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia tersebut mengaku, sempat terpukau makanan dan destinasi alam Pamekasan.
“Saya juga tadi pagi sempat ke tempat wisata Puncak Ratu. Pemandangannya mirip dengan beberapa tempat wisata di Italia,” ujarnya.
Glen Askew menambahkan, dirinya berencana kembali berkunjung ke Pamekasan pada Oktober 2026 mendatang, bertepatan dengan peringatan hari jadi Kabupaten Pamekasan.
“Nanti saya akan kembali lagi ke Pamekasan, rencananya saat hari jadi Pamekasan di bulan Oktober,” katanya.
Sementara itu, Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman berharap kunjungan tersebut menjadi awal terjalinnya kerja sama antara Kabupaten Pamekasan dan Australia di berbagai sektor.
“Kami berharap ke depan bisa terjalin kerja sama antara Pamekasan dan Australia,” ujar Kholilurrahman.
Ia menyebutkan, pihaknya sempat menawarkan sejumlah potensi daerah yang bisa disandingkan dengan Australia, khususnya di sektor pariwisata dan pendidikan.
Menurut dia, wilayah pantai utara (Pantura) Pamekasan memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata. Salah satu gagasan yang ditawarkan adalah penanaman pohon pinus atau pepohonan lain di kawasan utara sebagai bagian dari pengembangan objek wisata.
“Kami melihat peluang pariwisata di Pantura. Kami juga menawarkan program penanaman pinus atau pepohonan agar ke depan bisa menjadi objek wisata,” kata Kholilurrahman.
Selain itu, ia juga membuka peluang kerja sama di sektor pendidikan, termasuk rencana menghadirkan Konjen Australia sebagai pengisi forum diskusi yang melibatkan kampus-kampus di Pamekasan.
“Ke depan, kami juga ingin menjalin kerja sama di bidang pendidikan. Salah satunya dengan menghadirkan beliau dalam forum diskusi dan menyandingkan dengan kampus-kampus di Pamekasan,” pungkasnya.













