PAMEKASAN, MADURANET – Universitas Islam Negeri (UIN) Madura menggelar pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) bersama Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Jumat (29/8/2025). Kegiatan ini menjadi momentum penguatan integritas, profesionalisme, dan adaptasi transformasi digital di lingkungan perguruan tinggi keagamaan negeri (PTKN).
Rektor UIN Madura Saiful Hadi dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM) agar mampu merespon semua perubahan yang sangat cepat di dunia pendidikan tinggi.
“Percepatan peningkatan mutu SDM merupakan kunci agar SDM lebih kompeten dalam pengelolaan lembaga serta untuk menjawab tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat,” ujar Saiful Hadi.
Saiful menambahkan, pembinaan ini hadir di tengah tuntutan publik terhadap transparansi dan akuntabilitas tata kelola perguruan tinggi. Peningkatan kompetensi ASN, dinilai krusial untuk menciptakan layanan akademik yang efektif dan berorientasi pada kualitas.
”Harapan kami, pembinaan menjadi titik tolak bagi UIN Madura untuk tampil sebagai universitas yang unggul, berintegritas, dan adaptif terhadap perubahan, dengan tetap berpijak pada nilai keagamaan dan kebangsaan,” imbuh Saiful,

Kepala Inspektorat Jenderal Kemenag, Khairunnas, dalam arahannya menggarisbawahi dua hal penting, yaitu integritas dan inovasi. Ia menekankan bahwa PTKN harus memanfaatkan transformasi digital untuk memperkuat tata kelola.
“Upaya mewujudkan PTKN berintegritas harus ditempuh melalui transformasi digital dan inovasi akademik menuju tata kelola universitas yang baik,” tegasnya.
Tema kegiatan, “Satu Nafas, Dua Cinta”, mencerminkan semangat pembinaan. Khairunnas menjelaskan, ASN harus memiliki cinta pada diri sendiri dengan menjaga integritas, disiplin, dan profesionalisme serta cinta pada lembaga UIN Madura, dengan bekerja sepenuh hati untuk kemajuan institusi.
Kegiatan ini tidak sekadar seremonial. Diskusi interaktif dilakukan dengan fokus pada strategi penguatan etika birokrasi, pemanfaatan teknologi informasi, serta pengembangan inovasi layanan akademik.
Kehadiran para pimpinan UIN Madura, pejabat Inspektorat Jenderal, dan seluruh ASN mempertegas komitmen kolektif membangun budaya kerja profesional.
Harapannya, pembinaan ini menjadi titik tolak bagi UIN Madura untuk tampil sebagai universitas yang unggul, berintegritas, dan adaptif terhadap perubahan, dengan tetap berpijak pada nilai keagamaan dan kebangsaan













