• Terkini
  • Trending
  • Semua

Kekerabatan Kakanwil Kemenag Jatim dengan Ulama Pamekasan

4 minggu lalu
Sekolah Rakyat Pamekasan Usung Pembelajaran Inklusif Berbasis STEAM

Sekolah Rakyat Pamekasan Kekosongan Guru Agama dan Kelebihan Tenaga Kebersihan

14 jam lalu

Dishub Pamekasan: Fungsi Stiker Parkir Berlangganan Bebas Parkir Bersyarat

15 jam lalu
61 Persen Pemilik Dapur MBG Belum Daftarkan Karyawan ke BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan Sasar Pesantren Sebagai Peserta

19 jam lalu

Minta Keadilan Pengusaha Rokok Madura Dorong Pemberlakuan SKM Golongan III

20 jam lalu

Tiga Desa Diproyeksikan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Pamekasan

22 jam lalu

Pemkab Pamekasan Serap Aspirasi Pengusaha Tembakau soal Cukai SKM Golongan III

2 hari lalu

BPJS Ketenagakerjaan Ancam Laporkan Pengusaha Pamekasan ke Kejaksaan

3 hari lalu

BPJS Ketenagakerjaan Temui Bupati Pamekasan, Bahas Strategi Kejar Target Kepesertaan

3 hari lalu

Polisi Patroli SPBU di Pamekasan, Cegah Penimbunan BBM

4 hari lalu

Dekopinda Pamekasan Siap Dampingi KDKMP, Pembangunan Capai 95 Persen

4 hari lalu

Bupati Pamekasan Tekankan Sinkronisasi Pemerintahan di Hari Otonomi Daerah

4 hari lalu

Pererat Jarak Sosial BIP Santuni 2.000 Anak Disabilitas

5 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Jumat, Mei 1, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Pendidikan

Kekerabatan Kakanwil Kemenag Jatim dengan Ulama Pamekasan

"Nyambung beleh" ungkap jejaring genealogis pesantren hingga kawasan Tapal Kuda

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
6 April 2026
in Pendidikan
9 1
0

Dokumentasi IBS PKMKK Pamekasan.

0
SHARES
101
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Silaturahmi antara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, dengan para pengasuh IBS PKMKK di Pamekasan, Sabtu (4/4/2026) lalu, mengungkap keterhubungan kekerabatan yang melintasi jejaring pesantren di Madura hingga kawasan Tapal Kuda.

Direktur Utama IBS PKMKK, Achmad Muhlis, mengatakan pertemuan yang berlangsung selama sekitar tiga jam itu menjadi momentum “nyambung beleh”, atau tersambungnya jalur genealogis antar ulama dan pengasuh pesantren.

“Ternyata ada keterhubungan nasab antara beliau dengan para pengasuh melalui jalur ulama terdahulu,” ujar Muhlis, Senin (6/4/2026).

Pertemuan yang digelar di lobi gedung utama IBS PKMKK tersebut dihadiri sejumlah pengasuh, antara lain Mohammad Holis, Abd Rasyid Sufi, Moch Cholid Wardi, Taufiqur Rahman, Achmad Humaidi, dan K. Moh Fadil.

Muhlis menjelaskan, keterhubungan kekerabatan itu terlacak melalui tokoh-tokoh ulama seperti Bujuk Kiai Ismail Kembang Kuning, Bujuk Kiai Ajunan Sentol, Bujuk Kiai Ashar Bagandan, hingga Bujuk Bujuden Pamoroh Kiai Homsi atau Raden Sumowijoyo.

Keterkaitan tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa jaringan pesantren di Madura dan Tapal Kuda memiliki hubungan yang saling terhubung dan telah terbentuk sejak lama.

“Artinya, kekerabatan itu tidak hanya antar individu, tetapi juga menghubungkan banyak pesantren dalam satu jejaring besar,” kata Muhlis.

Ia menilai, peristiwa ini tidak sekadar mengungkap silsilah keluarga, tetapi juga menghidupkan kembali memori kolektif pesantren.

Dalam tradisi pesantren, lanjut dia, nasab memiliki makna penting karena menjadi bagian dari kesinambungan nilai, ilmu, dan perjuangan para ulama terdahulu.

“Ini memperkuat identitas kolektif pesantren sekaligus menegaskan bahwa pesantren berdiri di atas sejarah panjang,” ujarnya.

Muhlis menambahkan, keterhubungan genealogis tersebut juga memperkuat rasa kebersamaan antar-pesantren yang selama ini terjalin melalui hubungan keilmuan, dakwah, dan sosial.

Menurut Muhlis, makna “nyambung beleh” menjadi semakin relevan di tengah tantangan zaman yang cenderung individualistik.

Kesadaran akan keterhubungan sejarah dan kekerabatan, kata dia, menjadi modal sosial penting untuk menjaga solidaritas dan arah pengembangan pesantren ke depan.

“Pesantren tidak hanya menjadi lembaga pendidikan, tetapi juga bagian dari jaringan peradaban yang saling terhubung,” kata Muhlis.

Ia menegaskan, pertemuan tersebut menjadi pengingat bahwa masa depan pesantren tidak dapat dilepaskan dari akar sejarah dan tradisinya.

“Dari situ, pesantren memperoleh kekuatan untuk terus berkembang tanpa kehilangan jati diri,” tutup dia.

Tags: Bani IsmailIBS PKMKKKakanwil Kemenag JatimPondok Pesantrenulama
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version