PAMEKASAN, MADURANET – Ribuan warga Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pamekasan diberangkatkan menuju Stadion Gajayana, Malang, untuk mengikuti Mujahadah Kubro Satu Abad NU, Sabtu (7/2/2026).
Pelepasan dipusatkan di kawasan Monumen Arek Lancor. Puluhan bus dan kendaraan pribadi berjejer di sekitar lapangan. Aparat kepolisian dan TNI tampak mengamankan jalannya acara, termasuk pengawalan patwal hingga rombongan keluar wilayah Pamekasan.
Bupati Pamekasan Kholilurrahman hadir langsung melepas keberangkatan jamaah. Dalam amanatnya, ia menyinggung peran panjang NU dalam sejarah bangsa, mulai dari perjuangan kemerdekaan hingga menjaga tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah di tengah masyarakat.
Ia berharap kegiatan mujahadah menjadi momentum memperkuat semangat pengabdian warga NU.
“Kita berharap dengan adanya mujahadah kubro ini bisa meningkatkan semangat perjuangan sehingga warga tidak pernah patah semangat untuk terus berjuang,” ujar Kholilurrahman.
Menurut dia, dukungan ulama dan warga NU juga penting dalam menyokong pembangunan daerah, terutama di bidang keagamaan dan pelayanan sosial.
Sementara itu, Pj Ketua PCNU Pamekasan Muchlis Natsir menyebut jumlah peserta yang berangkat mencapai sekitar 1.550 orang.
“Jamaah dari Pamekasan berjumlah kurang lebih 1.550 orang,” katanya.
Ia menambahkan, rombongan diberangkatkan menggunakan 21 bus besar, 15 bus mini, dan sekitar 20 mobil pribadi. Sebagian jamaah dari wilayah pantura memilih berangkat lebih awal melalui jalur utara.
Muchlis mengakui, minat warga sebenarnya lebih banyak. Namun, keterbatasan kursi serta jadwal imtihan di sejumlah pondok pesantren membuat sebagian batal berangkat.
“Sebenarnya masih lebih banyak lagi yang mau hadir, namun terkendala kuota kursi dan terkendala acara imtihan di pondoknya masing-masing,” ujarnya.
Ia menilai antusiasme ribuan jamaah menunjukkan soliditas NU di tingkat daerah tetap terjaga.
“Dengan jumlah ribuan jamaah ini bisa membuktikan, meski di tingkat PBNU sempat mengalami goncangan, itu tidak berefek ke kita yang di daerah-daerah. Saya pastikan PCNU Pamekasan tetap kompak dalam semangat perjuangan,” ucapnya.
Usai doa bersama, satu per satu kendaraan diberangkatkan menuju Malang dengan pengawalan aparat. Rombongan dijadwalkan mengikuti rangkaian Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Stadion Gajayana sebelum kembali ke Pamekasan.













