PAMEKASAN, MADURANET – Semangat literasi santri Islamic Boarding School Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (IBS PKMKK) Pamekasan kembali menuai hasil gemilang. Pada Rabu, 30 Juli 2025, lembaga pendidikan ini sukses menerbitkan 15 judul buku terbaru secara serentak. Dengan terbitnya buku-buku ini, total karya publikasi dari para santri IBS PKMKK kini telah mencapai 147 judul.
Direktur Utama IBS PKMKK, Achmad Muhlis, menyampaikan bahwa penerbitan buku tersebut merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam mengembangkan kemampuan menulis para santri.
“Buku-buku ini menjadi bentuk penghargaan terhadap karya santri dan semuanya telah ber ISBN. Kami dorong setiap santri agar memiliki satu karya tulis pribadi ketika lulus dari IBS PKMKK,” terang Achmad Muhlis.
Proses kreatif dalam menulis tidak berlangsung instan. Heni Listiana, penanggung jawab program literasi pesantren, menjelaskan bahwa proses penulisan buku dimulai sejak santri duduk di bangku kelas VII. Setelah melalui kurasi dan penyuntingan yang ketat selama satu tahun, barulah karya mereka lolos dan diterbitkan.
“Santri yang menerbitkan buku ini saat ini duduk di kelas IX. Mereka sangat berdedikasi,” jelas Heni.
Dirinya menjelaskan, program literasi di IBS PKMKK dikenal dengan pendekatan khas bernama “One Activity One Paragraph”. Melalui metode ini, setiap santri dilatih untuk menulis secara konsisten dalam berbagai kegiatan mereka.
“Setibanya di lobi utama pesantren, kalian akan disambut dengan pajangan puluhan buku karya santri yang tertata rapi menjadi simbol semangat literasi yang tumbuh kuat dari lingkungan pesantren,“terang Heni.
Berikut beberapa judul buku yang diterbitkan: Mencari Aku di Dalam Aku karya Arief Rohman Hakim, Khayalan yang Patah oleh Lin Asyiqoh Nafsani, Cahaya dan Keberanian oleh Mohammad Dhany, 10 Days with Safeena oleh Heni Listiana, hingga Bidadari Tak Bersayap karya Ilham Alaikal Maghrobi.
Capaian ini tidak hanya mencerminkan bakat literasi yang berkembang, tapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menulis dan berkarya, sekaligus berkontribusi pada dunia literasi nasional.













