PAMEKASAN, MADURANET – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menyoroti kenaikan jumlah siswa asal Kabupaten Pamekasan, yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026.
Hal itu disampaikan dalam rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tingkat Provinsi Jawa Timur di Pamekasan, Rabu (28/10/2026).
”Di antara empat kabupaten di Madura, Pamekasan mencatat peningkatan tertinggi, yakni 33,02 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ucapnya.
Dia menjelaskan, kenaikan itu disusul Bangkalan sebesar 15,5 persen, Sumenep 10 persen, dan Sampang 8,5 persen. Khofifah berharap capaian pendidikan tersebut berjalan beriringan dengan kepedulian sosial dan kontribusi nyata generasi muda, termasuk dalam inovasi teknologi, kewirausahaan, pelestarian lingkungan, serta kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Lebih lanjut, Bupati Pamekasan Kholilurrahman turut mendorong pendidikan dan pembelajaran, yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga mengajak siswa mengenal alam dan sejarah perjuangan bangsa.
“Saya sebenarnya ingin menata lebih baik lagi pendidikan klasikal, baik di tingkat SD, SMP, maupun SMA. Seminggu sekali atau dua kali itu tidak selalu belajar di kelas,” kata Kholilurrahman.
Menurut dia, pembelajaran di luar kelas dapat menjadi kesempatan bagi siswa, untuk belajar bersama alam sekaligus mengenal perjuangan para pahlawan, termasuk Muhammad Tabrani, tokoh asal Pamekasan yang berperan dalam sejarah perumusan bahasa persatuan Indonesia.
Kholilurrahman menilai Tabrani merupakan sosok dengan nasionalisme kuat, karena mengusulkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dalam Kongres Pemuda. Usulan itu berbeda dengan gagasan Muhammad Yamin yang mengusulkan bahasa Melayu.
“Dari situ bisa kelihatan bahwa M. Tabrani ini mempunyai kemauan yang kokoh, nasionalisme yang tinggi,” ujarnya.
Untuk memperkuat pengenalan sejarah lokal, pemerintah kabupaten juga berencana merehabilitasi atau membangun kembali Museum Mandilaras. Namun, rencana tersebut, masih menunggu persetujuan pemerintah pusat.
”Museum itu diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan koleksi, tetapi juga mendukung pengembangan perpustakaan Muhammad Tabrani,” kata Bupati.
Pemkab Pamekasan juga mempertimbangkan penerapan kewajiban penggunaan bahasa Madura, satu hari dalam sepekan untuk menjaga kelestariannya. Kholilurrahman mengingatkan agar upaya tersebut tetap menghormati keberagaman.
“Jangan sampai menabrak Bhinneka Tunggal Ika. Jangan menjadi Madura sentris, tidak bagus juga,” katanya.
Selain penguatan pendidikan dan pelestarian budaya, Kholilurrahman mengusulkan peningkatan sinergi pemerintah provinsi dan kabupaten, dalam mengawal penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Menurut dia,
”Kolaborasi kedua pemerintahan, Pemprov dan Kabupaten diperlukan, agar pengelolaan dana tersebut dapat berjalan lebih baik,” pungkasnya.












