PAMEKASAN, MADURANET – Komisi II DPRD Kabupaten Pamekasan menyebut, kuota Pertalite untuk daerah tersebut turun 6,8 persen dari kuota tahunan. Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan membantah adanya pengurangan kuota tersebut.
Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Tabri S Munir mengatakan, informasi mengenai pemangkasan kuota itu diperoleh Komisi II berdasarkan data dari Pertamina yang diterima per-Juli 2026.
“Pengurangan kuota Pertalite di kabupaten dipangkas 6,8 persen di kuota tahunan,” kata Tabri, Rabu (9/9/2026).
Menurut dia, informasi tersebut menjadi salah satu alasan Komisi II DPRD Pamekasan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Sidak dilakukan karena Pertalite dinilai menjadi kebutuhan utama masyarakat. Ia khawatir pengurangan kuota berdampak terhadap ketersediaan BBM dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami Komisi II juga langsung melakukan sidak ke SPBU, karena masyarakat membutuhkan ini sebagai kebutuhan utama mereka,” ujarnya.
Tabri menyayangkan apabila persoalan kuota tersebut tidak segera ditangani. Menurut dia, keterbatasan pasokan Pertalite dapat memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.
“Pihaknya menyayangkan juga apabila hal ini tidak segera diatasi. Terbukti efeknya besar terhadap perekonomian masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Tabri menjelaskan, kewenangan untuk mengusulkan perubahan atau penambahan kuota BBM berada di ranah eksekutif. DPRD tidak memiliki kewenangan untuk mengajukan penambahan kuota secara langsung.
“Untuk regulasi terkait pengurangan dan menambah kuota, itu di ranah eksekutif untuk mengajukan. Yang bersurat tentunya eksekutif, bukan kami,” ujar Tabri.
Namun, Kepala Bagian Perekonomian Setkab Pamekasan Sri Puji Harijani membantah adanya informasi pengurangan kuota Pertalite tersebut.
“Kalau pengurangan kuota kami belum dapat info dari manapun,” kata Puji.
Puji mengatakan, Pemkab Pamekasan juga telah melakukan sidak ke lapangan pada pekan sebelumnya. Dari hasil pengecekan tersebut, pihaknya tidak menemukan adanya pengurangan kuota Pertalite.
“Minggu lalu saat sidak ke lapangan, kami tidak menemukan ada pengurangan kuota,” ujarnya.
Dia mengaku tidak memiliki data terkait kuota Pertalite secara bulanan. Namun, untuk kuota tahunan, pihaknya memastikan tidak ada pengurangan.
“Untuk bulanan saya tidak punya datanya, kalau kuota satu tahun tidak ada pengurangan,” pungkasya.
Sementara itu Ahad Rahedi, Area Manager Communication Relation and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp belum merespon.













