PAMEKASAN, MADURANET – Panggung dakwah dengan wajah berbeda hadir di Kabupaten Pamekasan, Madura, Sabtu (27/6/2026) malam. Bertempat di kawasan Alun-Alun Arek Lancor, tepat di depan Masjid Agung Asy-Syuhada, anak muda, komunitas motor, hingga masyarakat umum larut dalam gelaran kolaboratif antara Dewan Kesenian Pamekasan (DKP) bersama komunitas Ngopi Ngaji Trotoar atau Kolom yang dipimpin Mohammad Abbas Katandurdari Al- Hamidy Banyuanyar.
Suasana tidak biasa, dua tamu dari Jakarta, yakni Bambang Oeban dengan rambut panjang putih khasnya dan Alvin bin Adam yang dikenal sebagai penyanyi shalawat reggae berambut gimbal, tampil membawakan qasidah hingga syair.
Ketua Dewan Kesenian Pamekasan, Arief Wibisono, mengatakan kolaborasi tersebut sengaja dirancang sebagai ruang alternatif dakwah yang dekat dengan karakter generasi muda masa kini.
“Ngopi Ngaji Trotoar ini merupakan wadah bagi anak muda yang masih memegang teguh nilai Pamekasan sebagai Gerbang Salam. Kegiatan shalawat dan ngaji bersama menjadi alternatif agar anak muda lebih tertarik mengikuti kegiatan keagamaan,” ujar Arief saat dikonfirmasi, Senin (29/6/2026).
Menurutnya, kehadiran dua seniman dari Jakarta itu bukan tanpa alasan. DKP ingin menghadirkan perpaduan unik antara budaya populer yang digemari anak muda dengan nilai-nilai religius yang selama ini menjadi identitas sosial masyarakat Pamekasan.
“Dengan dua tamu yang sengaja kami undang dari Jakarta, malam itu menjadi perpaduan antara seni reggae yang banyak digandrungi anak muda dengan shalawat dan kajian khas Kolom,” katanya
Arief menegaskan, DKP berkomitmen terus hadir mendukung ruang-ruang kebudayaan di Pamekasan, terutama kegiatan yang mampu menyatukan seni, budaya, dan dakwah dalam satu gerakan positif.
“DKP akan selalu hadir di setiap ruang kebudayaan di Pamekasan. Kami juga akan terus bersama dan mendukung kegiatan Kolom yang dipimpin Ra Abbas. Kegiatan ngaji agama yang dikolaborasikan dengan konsep khas anak muda menjadi terobosan baru penyebaran Islam di masa modern,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Bambang Oeban turut menyampaikan apresiasinya terhadap sosok Mohammad Abbas Katandurdari Al-Hamidy atau Ra Abbas, tokoh muda yang selama ini memimpin komunitas Kolom.
Menurut Bambang, Ra Abbas bukan sekadar seorang ulama, melainkan sosok budayawan muda yang mampu menjaga tradisi lama tanpa menutup diri terhadap perkembangan zaman.
“Dalam penilaian saya, beliau bukan sekadar ulama, namun budayawan kekinian yang tetap mempertahankan seni tradisi masa lalu tetap hidup hingga saat ini dan masa depan,” kata Bambang di hadapan jamaah.
Ia juga menyinggung sejarah panjang Pondok Pesantren Banyuanyar yang telah berdiri lebih dari dua abad dan menjadi bagian penting perjalanan Islam di Madura.
Melalui pembacaan syair khusus untuk Ra Abbas, Alvin menggambarkan Pamekasan sebagai tanah bersejarah yang pernah menjadi bagian penting perjuangan umat Islam di masa lalu.
“Mengenang Pamekasan di masa lalu, langit pernah memerah oleh asap peperangan. Bunga mawar tak pernah menceritakan dirinya harum, tapi harumnya yang menyatakan dirinya sebagai bunga mawar sejati,” ungkap Bambang dalam salah satu syairnya.
Sementara itu, Alvin bin Adam menutup rangkaian acara dengan membawakan sejumlah qasidah yang disambut antusias para peserta.













