PAMEKASAN, MADURANET – Bupati Pamekasan Kholilurrahman mengajak masyarakat menghidupkan kembali semangat gotong royong sebagai fondasi pembangunan daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Ajakan tersebut disampaikan dalam Safari Ramadhan di Pendopo Kecamatan Batumarmar, Jumat (27/2/2026), yang juga menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Pengasuh Pondok Pesantren Matsaratul Huda Panempan ini menuturkan, budaya gotong royong pernah menjadi ciri kuat masyarakat Indonesia, khususnya pada sebelum dan masa Orde Baru. Namun, nilai tersebut perlahan terkikis oleh perkembangan zaman dan perubahan pola kehidupan sosial.
“Dulu masyarakat kita sangat kental dengan gotong royong. Sekarang ini mulai berkurang. Padahal di tengah keterbatasan anggaran, gotong royong justru menjadi solusi penting pembangunan,” ujarnya.
Menurut dia, di tengah mandat efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci untuk menjaga kesinambungan pembangunan.
Ia menilai, kesadaran kolektif untuk bersama-sama membangun daerah kelahiran akan mempercepat kemajuan Pamekasan tanpa sepenuhnya bergantung pada kemampuan fiskal pemerintah.
“Kalau masyarakat sadar pentingnya membantu kemajuan daerahnya sendiri, maka pembangunan akan lebih ringan dan terasa manfaatnya,” katanya.
Dalam forum Safari Ramadhan tersebut, Kholilurrahman membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun saran terhadap jalannya pemerintahan dan pembangunan daerah.
Ia menegaskan, Safari Ramadhan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wadah mempertemukan pemerintah dengan masyarakat guna menyamakan persepsi dan memperkuat solidaritas sosial.
“Dengan dialog terbuka, kita bisa saling memahami kondisi yang ada, termasuk keterbatasan anggaran. Dari situ lahir kebersamaan,” ujarnya.
Selain menggaungkan semangat gotong royong, Kholilurrahman juga menekankan pentingnya kesederhanaan dalam setiap kegiatan pemerintahan, termasuk Safari Ramadhan.
Ia memastikan konsumsi yang disajikan untuk dirinya sama dengan yang diterima masyarakat. Ia juga mengingatkan para camat dan kepala desa agar tidak berlebihan atau bermewah-mewahan dalam penyelenggaraan kegiatan.
“Saya minta tidak ada kemewahan. Laksanakan secara sederhana. Yang penting substansinya, bukan seremoninya,” tuturnya.
Menurut dia, sikap sederhana dan efisien harus menjadi contoh bagi seluruh jajaran pemerintahan di Kabupaten Pamekasan, terutama di tengah kebijakan penghematan anggaran.
Melalui penguatan gotong royong dan keteladanan dalam kesederhanaan, Pemerintah Kabupaten Pamekasan berharap mampu menjaga ritme pembangunan sekaligus memperkuat kohesi sosial masyarakat.
