PAMEKASAN, MADURANET – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pamekasan memberikan klarifikasi terkait teguran Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul terhadap Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) yang dinilai tidak hadir dalam agenda kunjungan kerja di Kabupaten Pamekasan.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan Herman Hidayat Santoso menjelaskan, seluruh TKSK sebenarnya hadir dalam kegiatan yang digelar di auditorium Universitas Islam Negeri Madura tersebut.
Namun, sebagian petugas mendapat penugasan lain dari pihak Kementerian Sosial sehingga tidak berada di dalam ruangan saat Gus Ipul memberikan arahan.
“Kemarin itu memang benar di auditorium ada enam orang yang ada. Namun 7 orang lainnya bukan tidak hadir,” kata Kepala Dinsos Pamekasan, Selasa (12/5/2026).
Ia menjelaskan, setelah acara berlangsung, sejumlah TKSK dipanggil langsung oleh pihak Kementerian Sosial untuk menindak lanjuti absennya 7 orang saat penyampaian arahan Gus Mentri.
“Ada yang sedang di luar ruangan mendampingi anak didik Sekolah Rakyat dan ada yang sedang tugas di lapangan mendampingi pihak kementerian,” ujarnya.
Menurut dia, hasil penelusuran yang dilakukan pihak kementerian juga menunjukkan seluruh TKSK hadir lengkap dalam agenda tersebut.
Hanya saja, beberapa petugas meninggalkan auditorium karena menjalankan tugas lain saat Menteri Sosial menyampaikan arahan.
“Jadi setelah dilakukan penelusuran oleh pihak kementerian ternyata mereka hadir semua lengkap. Namun berangkat ke tugas lain saat Gus Ipul menyampaikan arahan,” katanya.
Ia menerangkan, TKSK merupakan tenaga yang ditugaskan langsung oleh Kementerian Sosial untuk membantu penyelenggaraan kesejahteraan sosial di tingkat kecamatan.
Karena itu, secara struktur mereka berada di bawah naungan kementerian, meski tetap berkoordinasi dengan Dinas Sosial daerah.
“TKSK itu di bawah kementerian. Bisa dibilang saudara kandung Dinas Sosial,” ucapnya.
Meski demikian, pihaknya tetap mengapresiasi sikap tegas Menteri Sosial dalam menekankan kedisiplinan dan profesionalitas petugas sosial di lapangan.
“Kami mengapresiasi sikap tegas Gus Men. Tindakan tegas tersebut sangat dibutuhkan untuk membangun profesionalitas petugas,” ujarnya.
Sebelumnya, Gus Ipul menyoroti minimnya kehadiran TKSK saat kunjungan kerja di Universitas IsIam Negeri (UIN) Madura, Kabupaten Pamekasan.
Dari total perwakilan TKSK di 13 kecamatan yang diundang, menurut Gus Ipul, hanya enam orang yang tampak berada di dalam auditorium.
“Jika memang sudah tidak siap untuk mengabdi, secepatnya menyampaikan. Ini menjadi catatan, kalau nanti diketahui lagi lalai akan tugasnya maka bisa saja besok atau bahkan sekarang saya menggantinya,” tegas Gus Ipul.
Menurut dia, persoalan tersebut bukan sekadar soal absensi, melainkan menyangkut tanggung jawab dan komitmen petugas sosial dalam menjalankan amanah negara.
“Ini bukan hanya soal hadir atau tidak hadir. Mereka diberi mandat untuk bertanggung jawab,” imbuhnya.
Ia juga mengingatkan bahwa TKSK merupakan bagian penting dalam sistem pelayanan sosial karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Profesionalitas dan kedisiplinan petugas menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Di sisi lain mereka juga digaji oleh negara. Jadi tidak bisa dianggap remeh,” pungkasnya.
