Mahasiswa PBA UIN Madura Belajar Pembuatan Kamus

Materi mulai dari layout, metadata hingga hak cipta dinilai penting untuk mendukung kemampuan akademik mahasiswa

Dokumentasi PBA UIN Madura.

PAMEKASAN, MADURANET – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Madura mendapat pembelajaran langsung mengenai proses pembuatan kamus dalam kegiatan Perkuliahan Luar Kelas (PLK), Selasa (12/5/2026).

Kegiatan bertema “Proses Pembuatan Kamus: Layout, Metadata, Hak Cipta dan Format Output” itu digelar di Aula Perpustakaan kampus dan menghadirkan tim dari UIN Madura Press sebagai pemateri.

Dosen PBA UIN Madura, Nurul Hadi, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperdalam pengetahuan mahasiswa terkait penyusunan kamus secara langsung dari praktisi penerbitan.

Menurut dia, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami proses teknis pembuatan kamus hingga siap diterbitkan.

“Mahasiswa bisa belajar langsung dari pakarnya tentang bagaimana proses pembuatan kamus mulai dari layout, metadata, hak cipta hingga format outputnya,” kata Hadi dalam sambutannya.

Kegiatan tersebut menghadirkan Direktur UIN Madura Press, Sri Wahyuningrum, bersama tim kamus UIN Madura Press, serta mahasiswa internal UIN Madura, eksternal kampus.

Ketua Program Studi PBA UIN Madura, Siti Maisaroh, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut karena dinilai mampu menunjang kemampuan akademik mahasiswa maupun dosen.

Ia berharap mahasiswa PBA nantinya tidak hanya mampu memahami bahasa Arab, tetapi juga memiliki keterampilan menyusun kamus dan buku ilmiah.

“Temanya sangat menarik, apalagi mendatangkan UIN Madura Press. Kami berharap melalui kegiatan ini mahasiswa dan dosen PBA bisa membuat kamus dan buku,” ujarnya.

Sementara itu, Sri Wahyuningrum dalam pemaparannya menjelaskan perjalanan penerbit kampus tersebut sejak masih bernama STAIN Pamekasan Press hingga berubah menjadi UIN Madura Press.

Menurut dia, proses perubahan nama dan pengembangan penerbit kampus membutuhkan perjalanan panjang.

“Perjalanan menuju nama UIN Madura Press itu tentu tidak mudah. Sebelumnya STAIN Pamekasan Press, lalu menjadi IAIN Madura Press sebelum akhirnya menjadi UIN Madura Press,” katanya.

Tak hanya membahas proses penerbitan kamus, Sri Wahyuningrum juga membagikan tips kepada mahasiswa dan dosen agar naskah tulisan lebih mudah diterima penerbit.

Exit mobile version