PAMEKASAN, MADURANET — Pemerintah Kabupaten Pamekasan hingga kini belum menetapkan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat (SR). Sejumlah titik yang telah disurvei masih terkendala akses dan kondisi geografis.
Diketahui lokasi Sekolah Rakyat Menengah Pertama 29 Pamekasan di Jalan Jokotole Indah, Kelurahan Barurambat Timur, Kecamtan Pademawu, atau gedung eks Akademi Keperawatan statusnya masih sewa.
Berkenan dengan pembangunan gedung permanen, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan, Herman Hidayat Santoso, mengatakan penentuan lokasi masih dalam tahap pemetaan berbagai potensi wilayah.
“Blum mas, masih pemetaan semua potensi,” ujar Herman saat dikonfirmasi, Selasa (22/4/2026).
Ia mengungkapkan, beberapa kecamatan yang masuk dalam opsi lokasi antara lain Batumarmar, Waru, dan Pakong. Namun, hasil survei menunjukkan masih ada sejumlah kendala yang perlu dipertimbangkan.
“Kalau lokasi sudah ada beberapa, namun dari sisi akses masuk masih banyak kendala, termasuk geografisnya belum memenuhi syarat,” jelasnya.
Menurut Herman, seluruh lokasi tersebut sebenarnya telah melalui proses survei awal. Namun, faktor akses jalan menuju lokasi serta kondisi geografis menjadi pertimbangan utama yang belum terpenuhi.
“Iya betul mas sudah di survei namun masih beberapa pertimbangan di akses dan geografis,” tambahnya.
Selain itu, lanjut dia, kebutuhan lahan juga menjadi salah satu syarat penting dalam pembangunan Sekolah Rakyat. Pemerintah menetapkan luas minimal lahan yang harus tersedia, “ya, minimal 5 ha,” kata Herman.
Sebelumnya, Bupati Pamekasan Kholilurrahman, mewacanakan pembangunan Sekolah Rakyat di lokasi strategis atau berada di tengah wilayah kabupaten agar mudah dijangkau masyarakat.
Namun demikian, hingga saat ini Pemkab Pamekasan masih terus melakukan kajian untuk memastikan lokasi yang dipilih benar-benar memenuhi kriteria, baik dari sisi aksesibilitas, luas lahan, maupun kondisi geografis, agar program tersebut dapat berjalan optimal.
