PAMEKASAN, MADURANET – Bupati Pamekasan Kholilurrahman menegaskan bahwa peningkatan kualitas guru menjadi salah satu fokus utama pembenahan sektor pendidikan di Kabupaten Pamekasan.
Menurut dia, perbaikan pendidikan tidak cukup hanya melalui pembangunan sarana dan prasarana sekolah, tetapi harus dibarengi dengan peningkatan kualitas tenaga pendidik.
“Kualitas guru harus menjadi perhatian serius. Karena pendidikan yang baik tidak akan tercapai tanpa guru yang memiliki kompetensi yang memadai,” kata Kholilurrahman, Kamis (28/5/2026).
Ia menjelaskan, guru ideal harus memiliki lima kompetensi utama yang menjadi fondasi dalam menjalankan tugas pendidikan. Kompetensi pertama adalah kompetensi akademik atau profesional. Menurutnya, seorang guru harus mengajar sesuai dengan bidang keilmuan yang dimiliki.
“Lulusannya harus linier dengan mata pelajaran yang diajarkan. Jangan sampai lulusan bidang tertentu mengajar mata pelajaran yang tidak sesuai dengan kompetensinya,” ujarnya.
Kompetensi kedua, lanjut dia, adalah penguasaan materi pembelajaran. Guru dituntut memiliki persiapan yang matang sebelum masuk kelas agar proses belajar mengajar berjalan efektif.
Ia mencontohkan, guru harus memiliki perencanaan pembelajaran yang jelas, mulai dari materi yang akan diajarkan hingga metode penyampaian kepada peserta didik.
“Guru harus punya persiapan. Apa yang akan diajarkan besok harus sudah direncanakan, bukan berjalan tanpa arah,” katanya.
Selanjutnya, kompetensi pedagogik juga menjadi perhatian penting. Kompetensi ini berkaitan dengan kemampuan guru dalam mengelola kelas dan memahami karakter peserta didik.
Menurut Kholilurrahman, kemampuan mengelola kelas akan menentukan efektivitas proses pembelajaran.
“Begitu guru masuk kelas, mereka harus bisa menguasai suasana pembelajaran. Itu bagian dari kompetensi pedagogik,” ujarnya.
Kompetensi berikutnya adalah kompetensi kepribadian. Ia menilai guru harus menjadi teladan bagi murid, baik dari segi sikap, perilaku, maupun akhlak.
“Akhlaknya harus baik sehingga bisa menjadi suri teladan bagi peserta didik,” katanya.
Adapun kompetensi kelima adalah kompetensi sosial dan digital yang dinilai semakin penting di era perkembangan teknologi saat ini.
Guru dituntut mampu membangun komunikasi yang baik dengan siswa, orang tua, sesama tenaga pendidik, dan masyarakat. Di saat yang sama, guru juga harus mampu memanfaatkan teknologi informasi dalam proses pembelajaran.
“Bagaimana guru menciptakan hubungan yang baik dan membangun jaringan pendidikan, itu juga penting. Ditambah kemampuan memanfaatkan teknologi yang sekarang menjadi kebutuhan,” ujarnya.
Selain peningkatan kualitas guru, Pemkab Pamekasan juga akan memperkuat koordinasi lintas pemangku kepentingan pendidikan melalui rapat koordinasi bulanan yang melibatkan Dinas Pendidikan, koordinator wilayah, kepala sekolah, hingga guru.
Kholilurrahman menegaskan, bahwa semua hal ini merupakan langkah pasca peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 yang diselenggarakan di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan pekan lalu.
