Bupati Pamekasan Dorong Penataan Guru Sesuai Domisili

Tekankan kesejahteraan tenaga pendidik

Bupati Pamekasan bersama Kepala Dinas Pendidikan Pamekasan, Akhmad Basri Yulianto, didampingi Dandim 0826/Pamekasan, Letkol Kav Agus Wibowo Hendratmoko saat mendatangi stan SLB PGRI Pademawu.

PAMEKASAN, MADURANET – Bupati Pamekasan mendorong upaya pemetaan ulang tenaga pendidik agar penugasan guru dapat lebih dekat dengan domisili masing-masing.

Pesan tersebut disampaikan dalam Apel Akbar dan Resepsi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sekaligus peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2025 yang dihadiri oleh 1.600 guru se-Kabupaten Pamekasan di Lapangan Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Sabtu (6/12/2025).

Menurut bupati, penataan tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan guru di Kabupaten Pamekasan. Ia menilai, penguatan sektor pendidikan tidak cukup dilakukan melalui evaluasi mutu pembelajaran semata, tetapi juga melalui dukungan terhadap kondisi sosial para pendidik.

“Kita bukan hanya berbicara evaluasi pendidikan, namun harus berbicara mengenai kesejahteraan guru,” ucapnya.

Ia menambahkan, momentum tersebut akan menjadi titik awal bagi gerakan besar untuk guru di Pamekasan.

Bahkan pada tahun mendatang, Bupati Kholilurrahman menargetkan dapat menggelar pertemuan yang menghadirkan seluruh guru anggota PGRI se-Jawa Timur, sebagaimana pernah dilakukan pada masa kepemimpinan periode pertama.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pamekasan, Akhmad Basri Yulianto, menegaskan bahwa pihaknya siap menindaklanjuti instruksi tersebut dengan mempertimbangkan kebutuhan dan peta sumber daya manusia (SDM) pendidikan di setiap jenjang.

“Terkait pesan bupati, kami akan menyesuaikan dengan bezetting (jumlah pegawai yang dimiliki saat ini), ketersediaan SDM serta pemetaan/formasi di setiap jenjang pendidikan. Insyaallah bisa direalisasikan, asal sesuai dengan formasi yang ada,” ujarnya.

Basri menambahkan, mekanisme penugasan guru yang lebih dekat dengan tempat tinggal akan dikombinasikan dengan prinsip tour of duty agar tetap sejalan dengan kebutuhan organisasi.

”Untuk waktunya, sifatnya relatif dan akan berjalan sesuai kebutuhan serta kebijakan yang ditetapkan ke depan,” pungkasnya.

Exit mobile version