PAMEKASAN, MADURANET – Momentum penerimaan cabisan (infak) wali santri baru di Pondok Pesantren Puteri Khadijah, Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan pada Senin (18/8/2025) berlangsung khidmat. Setiap santri baru mendapatkan hibah Al-Qur’an sebagai bentuk motivasi agar para santriwati semakin dekat dan mencintai Al-Qur’an melalui membaca, menghafal, sekaligus mempelajari isi kandungannya.
Pengasuh pondok pesantren, Buna’i, berharap pemberian mushaf ini menjadi penyemangat bagi para santri untuk menjaga tradisi keilmuan Islam yang berakar pada Al-Qur’an.
Pondok Pesantren Puteri Khadijah, didirikan oleh KH. Buna’i pada tahun 2008 dengan tujuan menampung santriwati yang menempuh pendidikan di UIN Madura.
Buna’i yang juga merupakan wakil rektor II di Universitas Islam Negeri Madura ini menyampaikan, pesantren ini menjadi wadah agar para mahasiswi tetap bisa menjaga tradisi dan nilai-nilai pesantren meski sudah berstatus mahasiswa. Kegiatan rutin di pesantren meliputi ngaji Al-Qur’an, ngaji kitab, shalat berjemaah, shalat tahajud, shalat dhuha, serta pembinaan akhlaqul karimah.
Menurut Buna’i, keberadaan pesantren bagi para santri putri UIN Madura sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara pendidikan akademik dan spiritual.
“Santriwati harus tetap terawat akhlaknya. Dengan nyantri, mereka tidak hanya belajar di kampus, tapi juga terus menghidupkan nilai-nilai pesantren,” ujarnya.
Dengan program tersebut, tegas Buna’i, Pondok Pesantren Puteri Khadijah diharapkan mampu mencetak generasi santriwati yang cerdas secara intelektual, kuat spiritual, serta berakhlak mulia.
