PAMEKASAN, MADURANET – Penyebab kaburnya Fara Ayuningsih (26), warga Dusun Rong Dajah, Desa Blaban, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan, perlahan mulai terungkap. Fara-panggilan Fara Ayuningsih-meninggalkan suaminya Imam Syafii (31) dan kedua anak perempuannya, selama 28 hari, sejak Kamis (13/8/2026).
Ara diduga kuat kabur dengan seseorang yang sudah direncanakan sebelumnya. Orang tersebut menjemput Ara menggunakan motor, lalu keduanya pergi bersama dengan motornya masing-masing.
Indikasi ini, karena motor Honda Vario plat nomor M 6518 BG warna putih, yang dikendarai Ara saat kabur, ditinggal di depan toko swalayan Sembung, di Jalan Raya Banyuates, Kabupaten Sampang, berjarak sekitar 45 km, dari rumah Ara.
Motor tersebut yang sempat diamankan Polsek Banyuates, Sampang, selama 23 hari. Namun motor itu sudah diambil Imam Syafii dan dibawa pulang ke rumah orang tua Imam, di Desa Tamberu Agung, Kecamatan, Batumarmar, Pamekasan.
“Motor yang dikendarai istri saya saat kabur, sekarang sudah di tangan. Mengenai di mana keberadaan istri, saya tidak mengerti. Apakah masih berada di wilayah Madura atau sudah lari ke Jawa, saya juga tak bisa memastikan,” ujar Imam Syafii, kepada Maduranet.com, Rabu (9/9/2026).
Menurut sumber yang berhasil dihimpun Polsek Banyuates, dan rekaman closed circuit television (CCTV) di toko swalayan Sembung, Ara mengendarai sepeda motor sendirian, tidak mengenakan helm. Ara kemudian berhenti dan memarkir motornya, di depan swalayan Sembung dan dikunci setir. Setelah itu Ara masuk toko berbelanja.
Selanjutnya Ara yang mengenakan jaket merah, celana biru tua pekat (dongker) dan kerudung merah maron, ke luar dari toko berjalan kaki ke arah barat, berjarak sekitar 50 meter. Ara lalu menemui seseorang, yang posisi orang itu berada di atas sepeda motor.
Adapun wajah seseorang yang ditemui Ara, tidak dapat dikenali, karena di luar jangkauan CCTV. Ara kemudian membonceng ke motor tersebut melaju ke arah Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan.
Karena sudah tiga hari motor itu diparkir dan tidak diambil pemiliknya, pihak swalayan Sembung menghubungi Polsek Banyuates, memberi tahu agar untuk sementara sepeda motor itu diamankan di Polsek Banyuates.
Setelah sekian lama sepeda motor itu diamankan di Polsek Banyuates, lewat media sosial TikTok, aparat polsek mengetahui, jika sepeda motor itu milik Imam Syafii.
“Karena sepeda motor itu tak bertuan dan ditinggal dalam keadaan kunci stir, kami bawa ke polsek diangkut mobil pikap. Lalu kami koordinasi dengan Polsek Tamberu. Dan tadi malam, sepeda motor itu sudah kami serahkan ke pemiliknya,” ujar salah seorang aparat di Polsek Banyuates.
