Istri Kuli Bangunan Kabur Bawa Perhiasan Anaknya

Fara Ayuningsih pergi bukan hanya membawa beberapa potong baju dan sepeda motor Honda Vario plat nomor M 6518 BG warna putih, ia juga membawa emas seberat 10 gram dan kartu tanda penduduk (KTP) suaminya, berikut 2 buku akta nikah, milik Ara sendiri dan milik suaminya.

FOTO: Fara Ayuningsih/dok keluaga.

PAMEKASAN, MADURANET – Kaburnya Fara Ayuningsih (26), warga Dusun Rong Dajah, Desa Blaban, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan, yang meninggalkan suaminya Imam Syafii (31) dan kedua anak perempuannya, sejak Kamis (13/8/2016) diduga sudah direncanakan sebelumnya.

Ketika Ara, panggilan sehari-hari Fara Ayuningsih, pergi, rupanya sudah dipersiapkan. Karena Ara pergi, bukan hanya membawa beberapa potong baju dan sepeda motor Honda Vario plat nomor M 6518 BG warna putih. Ara juga membawa perhiasan emas miliknya dan anak keduanya seberat 10 gram. Selain itu, Ara juga membawa kartu tanda penduduk (KTP) suaminya, berikut 2 buku akta nikah, milik Ara sendiri dan milik suaminya pula.

“Nampaknya jauh hari sebelumnya, istri saya sudah ada niatan untuk pergi meninggalkan saya dan kedua anaknya ini. Saya sekarang sudah tidak tahu apa yang harus saya lakukan, agar istri pulang kembali ke rumah. Berbagai upaya sudah saya lakukan, tapi sampai sekarang masih belum ada tanda-tanda di mana keberadaan Ara. Walau bagaimanapun, saya tetap menunggu kembalinya Ara. Saya tidak tega melihat kondisi anak saya yang masih kecil, ditinggal pergi ibunya,” ujar Imam Syafii, kepada Maduranet.com, Selasa (1/9/2026).

Menurut Imam Syafii, sejak istrinya kabur, pikirannya galau dan pekerjaannya sebagai kuli bangunan, sementara ditinggalkan. Karena selain wira-wiri ke sana ke mari, mencari informasi, juga sepeda motor satu-satunya yang digunakan untuk keperluan kerja, telah dibawa kabur.

Imam mengakui, menginjak hari ke 18 istrinya pergi, dirinya belum bisa memastikan apakah istrinya pergi atas kemauan sendiri, atau ada orang lain yang telah mempengaruhinya sehingga istrinya lupa dan tidak sadar jika sudah punya suami dan 2 anak.

“Saya kok masih belum yakin, kalau Ara akan berani pergi jauh naik sepeda motor sendirian, meskipun saat kabur itu di siang hari. Karena Ara itu tidak punya surat izin mengemudi (SIM),” papar Imam Syafii, dengan nada sedih.

Dikatakan, beberapa famili, teman-teman dirinya dan teman akrab istrinya, termasuk keluarga mertuanya, menyarankan agar imam bersabar menghadapi cobaan ini. Karena bisa jadi, jika uangnya sudah habis termasuk perhiasan emas dan sepededa motornya yang kemungkinan sudah dijual dan uangnya juga habis, istrinya akan kembali padanya.

Sementara, ketika berita Ara pergi tinggalkan rumah diunggah ke Tik tok, langsung dibanjiri berbagai komentar. Sebagian besar dari warganet mengaku ikut prihatin. Mereka meminta Imam Syafii bersabar dan tabah menghadapi ujian bahtera rumah tangganya yang kini tengah dilanda badai. Mereka juga mendoakan, semoga istrinya cepat kembali berkumpul bersama keluarganya, seperti sedia kala.

Lukman Hakim290381 dalam akun Tik tonya menyatakan, semoga keberadaan istrinya Pak Imam Syafii, dalam keadaan sehat dan semoga kembali kepada keluarganya, Aamiin.

Begitu juga Wong Desa, dalam akun Tik toknya menyatakan, semoga mbak ayu (maksudnya Fara Ayuningsih) dapat hidayah Allah, dan cepat kembali ke pangkuan keluarga.

Bahkan ada pula warganet yang berkomentar, menyarankan kepada wanita yang telah berkeluarga, apalagi sudah memiliki anak, jika sudah tidak cinta lagi dengan suaminya dan merasa bosan tak ingin bersama, katakan terus terang dan berpisah secara baik-baik sesuai lewat pengadilan agama. Tidak perlu kabur meninggalkan keluaganya, yang mengakibatkan luka di hati suami dan trauma pada anaknya.

Exit mobile version