Polres Pamekasan Sita 150 Unit Motor Tak Sesuai Aturan 

25 motor terjaring saat Ramadhan, 150 unit tinggal menunggu sidang 

Arsip Kasi Humas Polres Pamekasan.

PAMEKASAN, MADURANET – Polres Pamekasan menggelar kegiatan patroli hunting system selama bulan suci Ramadhan 2026 guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Hasilnya, sebanyak 25 sepeda motor terjaring razia saat operasi digelar pada awal Ramadhan. Kendaraan tersebut diamankan karena tidak sesuai spesifikasi teknis maupun tidak dilengkapi kelengkapan surat-surat.

Kapolres Pamekasan AKBP Hendra Eko Triyulianto melalui Kasihumas Polres Pamekasan Ipda Yoni Evan Pratama mengatakan, kegiatan itu difokuskan untuk mencegah balap liar serta penggunaan knalpot tidak standar yang meresahkan warga saat menjalankan ibadah.

“Selama Ramadhan, saat Satgas Siaga bergerak, kami mengamankan 25 motor. Ini bagian dari upaya menjaga ketertiban agar masyarakat merasa aman dan nyaman,” ujar Evan, Jumat (20/2/2026).

Ia menambahkan, kendaraan yang terjaring razia akan diproses melalui mekanisme sidang tilang yang dijadwalkan pada Rabu, 25 Februari 2026.

Selain 25 kendaraan yang diamankan saat Ramadhan, lanjut Evan, Polres Pamekasan juga mencatat total sekitar 150 sepeda motor yang telah ditindak petugas dan tinggal menunggu sidang.

Ia menjelaskan, ratusan kendaraan tersebut merupakan hasil penindakan sebelumnya yang kini menunggu proses hukum lebih lanjut.

“Jumlah yang sudah mendaftar sidang kurang lebih 150 unit. Kendaraan dapat diambil setelah mengikuti sidang dan dikembalikan ke kondisi standar sesuai ketentuan,” katanya.

Evan menegaskan, kegiatan patroli tersebut memiliki dasar hukum yang jelas, yakni Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dalam regulasi itu, setiap kendaraan yang dioperasikan di jalan wajib memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan, serta dilarang digunakan untuk balap liar.

Menurut dia, penindakan bukan semata-mata represif, melainkan bagian dari langkah preventif untuk memastikan suasana Ramadhan di Pamekasan tetap kondusif.

“Tujuan utama kami adalah mewujudkan kamtibmas selama bulan suci Ramadhan. Kami ingin masyarakat dapat beribadah tanpa terganggu kebisingan maupun aksi balap liar,” Tegas Evan.

Exit mobile version